GOWA, UJUNGJARI.COM — Kerusuhan Wamena di Papua telab membuat banyak warga pendatang di daerah tersebut harus keluar dari Wamena. Salah satu daerah yang banyak warganya merantau di Wamena adalah Kabupaten Gowa.
Dari Gowa ini tercatat 15 warga yang mengungsi ke Makassar pasca kerusuhan Wamena dan telah tiba di Makassar, menggunakan transportasi kapal laut, Jumat kemarin (4/10/2019).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagian Komunikasi Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sulawesi Selatan yang menangani pengungsi kerusakan Wamena yakni Mustafa Mathar mengatakan 15 pengungsi asal Kabupaten Gowa tersebut tiba bersama puluhan pengungsi dari berbagai wilayah Sulsel.
“Iya mereka tiba di Jumat 4 Oktober kemaron pukul 07.00 Wita di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar menggunakan KM Gunung Dempo,” kata Mustafa Mathar, Sabtu (5/10/2019) siang tadi.
Mustafa Mathar pun menyebutkan ke-15 warga Gowa yang selama ini menetap di Wamena dan telah tiba kemarin yakni Rizal (26), Sultan (20), Daeng Sarrah (45), Daeng Ramma (40), Kamaruddin (20), Daeng Sallang (40), Huttang (23), Muh Nasir (40), Noro (40), Syamsul Bahri (42), Saldi (3), Khaeruddin (45), Risal (40) Muh Naeir (40) dan Naru (40).
Selain warga Kabupaten Gowa, juga tiba warga Galesong Kabupaten Takalar, Kota Makassar, Maros, Jeneponto, Bantaeng, Toraja, Palopo, Luwu Timur dan Polewali Sulawesi Barat.
Selain itu, ACT Sulsel juga membuka posko di Pelabuhan. Terlihat sejumlah warga yang baru tiba dari Papua langsung diperiksa kesehatannya oleh tim medis ACT Sulsel.
Sementara itu, beberapa waktu lalu Direktur Komunikasi ACT Lukman Azis Kurniawan mengungkapkan bahwa ACT Sulsel siap membantu kepulangan warga pendatang yang ada di Wamena Papua.
“Kita akan berupaya juga menyiapkan pemulangan warga pendatang yang ada di sana. Kita akan siapkan pemulangan dengan dua jalur, yaitu jalur laut dan udara. Kita akan mencarter dua pesawat komersil dan kita bersinergi dengan TNI Angkatan Udara untuk bisa menggunakan pesawat Hercules,” katanya.
Sementara itu ke-15 warga Wamena asal Kabupaten Gowa ini tak jelas lantaran dalam daftar pengungsi disebutkan berasal dari Desa Bilibili, Kabupaten Gowa.
Karena disebutkan asal Desa Bilibili maka Kepala Desa Bilibili, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa Irwan Hana yang dikonfirmasi Sabtu sore tadi membantah jika para warga tersebut berasal dari Desa Bilibili.
“Kalau dikatakan berasal dari Desa Bilibili sepertinya bukan. Soalnya tidak ada laporan tentang adanya warga saya yang merantau ke Wamena. Mungkin saja mereka itu asalnya dari Kecamatan Manuju atau Parangloe. Yang jelas tidak ada satupun warga saya seperti yang ada dalam daftar tersebut,” kata Kades Bilibili Irwan Hana.
Hal tersebut dibenarkan Camat Bontomarannu Muh Sabir Bangsawan usai dikonfirmasi via WhatsApp. Kepada UJUNGJARI.COM, Camat Bontomarannu Muh Sabir Bangsawan mengatakan meski disebutkan dalam daftar pengungsi sebagai asal Bilibili namun tak satupun diakuinya sebagai warga Bilibili Kecamatan Bontomarannu.
” Saya sudah minta konfirmasi dari pak Kades Bilibili dan ternyata mereka yang terdaftar itu bukan warga Bilibili. Mungkin saja mereka warga kecamatan lain tapi menyebutkan dirinya berasal dari Bilibili supaya memudahkan saja pendataan,” kata Camat Bontomarannu. (saribulan)