GOWA, UJUNGJARI.COM — Seluruh sekolah di Kabupaten Gowa mulai dari tingkat TK, SD, SMP hingga SMA/SMK sederajat melakukan PTMT dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Alasan jajaran sekolah melakukan prokes ini agar tidak terjadi kluster baru covid-19 di masa persekolahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu sekolah menengah atas di Gowa yakni SMAN 1 Gowa (dulu bernama SMAN 159 atau Salis) yang berlokasi di Jl Andi Mallombasang, Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu memberlakukan prokes ketat itu.

Kepala SMAN 1 Gowa Muh Arsyad ditemui di lokasi vaksinasi di SMKN 3 Gowa, Rabu (15/12/2021) lalu, mengatakan, jumlah siswanya keseluruhan sebanyak 1.049 orang. Dari jumlah ini, tersisa 34 orang siswa belum vaksin karena sakit kelainan jantung, getah bening dan asma. Termasuk satu orang guru tidak dibolehkan masuk ke sekolah karena penyakit yang tak mengharuskan dia vaksin.

” Jadi siswa kami itu hanya bisa belajar secara daring saja. Sama halnya dengan guru kami yang satu itu, dia hanya mengajar secara daring dari rumahnya dan diikuti para siswa di sekolah, ” jelas Arsyad.

Dijelaskannya, dari 1.049 siswanya secara rinci yang sudah vaksin dosis pertama sebanyak 1.015 orang (96,76 persen) dan vaksin dosis kedua sebanyak 1.011 orang (96,38 persen).

” Kami belum tahu kapan ada kebijakan baru memperbolehkan siswa dan guru belum vaksin itu bisa ikut masuk ke sekolah.
Kami sisa menunggu kebijakan berikutnya apakah ke 34 siswa akan disekolahkan secara offline juga setelah masa new normal diberlakukan kembali. Alhamdulillah, selama ini aktivitas sekolah aman dan lancar dan tidak ada indikasi kluster. Prokes tetap dilakukan dan wastafel untuk cuci tangan difasilitasi di depan kelas masing-masing, ” kata Arsyad.

Terkait kondisi perkembangan pelaksanaan vaksinasi covid-19 di Gowa, Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Gowa dr Gaffar yang dikonfirmasi mengatakan saat ini persentase hasil vaksinasi total telah di atas 52.00 persen.

Penggunaan dosis vaksin tercatat untuk dosis pertama sebanyak 52,09 persen atau 309.343 dosis, dosis dua sebanyak 28,11 persen atau 186.953 dosis dari target 593.829 jiwa sasaran vaksin di Gowa.

” Untuk dosis tiga masih di angka 0,18 persen atau 1.058 dosis. Ini memang untuk dasbord Fasyankes. Untuk dataran tinggi sedikit ada tantangan yakni karena terkait stigma dan pemahaman. Karena itu kita upayakan mobilisasi tinggi dengan strategi mendekati sasaran. Tim kita pecah jadi tim kecil untuk menyasar yang ada di pelosok. Mudah-mudahan di 5-10 hari ke depan ini target bisa kita capai secara keseluruhan, ” tandas dr Gaffar. –