BONE, UJUNGJARI.COM — Wakil Bupati (Wabup) Bone, Drs. H. Ambo Dalle, MM menerima tim pemberantasan buta aksara dari Jurusan Pendidikan Luar Sekolah FIP UNM di ruangannya, Rabu (11/9/2019).
Adapun tim UNM terdiri dari Dr. Kartini Marzuki, M.Si dan Dr. Rudi Amir, S.Pd., M.Pd. Selain itu hadir pula perwakilan Pengelola Unit KKN UNM, Dr. Amiruddin, ST, MT, serta dosen pendamping Lapangan KKN, Dr. Agus Syam, S.Pd., M.Pd, dan Dr. Juanda, M.Hum.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, audiens ini juga dihadiri beberapa penilik PLS, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Nursalam, Kepala Seksi Keaksaraan dan Kesetaraan Dinas Pendidikan Bone, Abd. Aziz, serta beberapa camat yang wilayahnya dijadikan lokasi sasaran pemberantasan buta aksara dari UNM tahun ini seperti Camat Kecamatan Sibulu’e, Mare’, Cina, Ajangngale, dan Dua Boccoe.
Jumlah sasaran warga belajar pengentasan buta aksara oleh Jurusan Pendidikan Luar Sekolah (PLS) sebanyak 1.500 orang tersebar di kecamatan Ajangngale dan Dua Boccoe.
Tim ini melibatkan 150 mahasiswa yang dikemas dalam bentuk Program Pengalaman Lapangan (PPL) dan Magang.
Sementara itu, Unit KKN UNM mengemas program ini dalam bentuk kegiatan KKN Tematik. Jumlah sasaran warga belajar sebanyak 1.500 orang yang tersebar di kecamatan Mare, Cina’ dan Sibulu’e.
Jumlah mahasiswa KKN yang akan menjadi tutor dalam kegiatan tersebut sebanyak 150 orang dengan masing-masing 50 mahasiswa KKN per kecamatan.
Wakil Bupati Bone, Ambo Dalle dalam pertemuan ini sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ia berharap seluruh pihak pada wilayah sasaran program ikut terlibat untuk menyukseskan program tersebut.
Menurut Ambo Dalle, program pengentasan buta aksara menjadi perhatian serius Bupati Bone karena Kabupaten Bone masuk zona merah sebagai kabupaten yang tinggi buta aksaranya.
Lebih lanjut, wakil bupati mengatakan bahwa pemerintah Kabupaten Bone sangat optimis dapat menuntaskan buta aksara sampai tahun 2020 karena mendapat bantuan dari pihak UNM.
Ketua Jurusan PLS FIP UNM, Dr. Kartini Marzuki M.Si, dan Ketua Unit KKN Dr. Amiruddin, ST, MT dalam pertemuan tersebut mengatakan bahwa pihaknya akan mendiklat mahasiswa terlebih dahulu sebelum terjun ke lapangan. Mahasiswa dibekali dengan modul-modul pembelajaran keaksaraan berbasis kearifan lokal.
Selain mengajar, kata Kartini, mahasiswa juga akan membantu masyarakat setempat membentuk Taman Baca Masyarakat sebagai bentuk gerakan literasi masyarakat.
“Tentu hal ini bukanlah perkara mudah tetapi dukungan dari pihak pemerintah dan tokoh masyarakat menjadikan semuanya bisa jadi mudah,” ujar Kartini. (rls)