MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Panitia Musda Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Sulawesi Selatan tidak mengakomodir dua nama bakal calon ketua Kwarda Sulsel.

Dua nama balon yang ditolak itu masing-masing eks Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin (IAS) dan mantan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman (ASS).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak munculnya dua nama balon ketua Kwarda yang diusung dari sejumlah Kwarcab itu tanpa alasan yang jelas. Bahkan panitia Musda disinyalir telah melabrak aturan AD/ART terkait pelaksanaan Musda.

Pengurus Kwarcab Kabupaten Soppeng, Saddang, mengaku sangat kecewa dengan panitia Musda yang tidak memunculkan dua nama balon yang diusung oleh kwartir cabang. Padahal, dua nama itu resmi usungan dari cabang yang dituangkan dalam rekomendasi usulan nama bakal calon.
Ironisnya, lanjut Saddang, panitia penjaringan bakal calon tidak memberikan alasan konkrit terkait dua nama yang tak dimunculkan dalam pengumuman bakal calon.

“Panitia musda tidak beres, mereka melanggar AD dan ART gerakan pramuka. Saya curiga ada permainan OC dan SC yang mau mendudukkan salah satu calon tertentu. Ini pasti ada settingan dan sarat muatan politis,” ujar Saddang.

“Mestinya semua nama-nama yang diusung oleh kwartir cabang dimunculkan sebagai bakal calon. Apalagi nama-nama itu resmi diusung melalui rekomendasi usungan nama bakal calon dari Kwarcab. Seperti IAS, beliau diusung lebih dari 12 kwarcab, sementara ASS itu diusung oleh Kwarcab Selayar. Yang jadi pertanyaan, kenapa dua nama itu tidak dimunculkan, ada apa?” ujar Saddang.

Ia juga mempertanyakan tim penjaringan bakal calon termasuk yang melakukan seleksi bakal calon. Karena sampai sekarang ini, tidak jelas juga siapa yang melakukan seleksi bakal calon, dan seperti apa mekanisme penjaringan bakal calon.

“Parahanya lagi, Rahmanyah sebagai Sekretaris Kwarda sangat arogan, dia itu biang keladinya. Sampai hari ini, dia tidak memberikan penjelasan apa-apa terkait dua nama yang dihilangkan dari bursa pencalonan bakal calon ketua kwarda,” ketusnya.

Sementara itu, IAS yang dikonfirmasi terkait namanya tidak diakomodir dalam pencalonan ketua Kawrda mengaku tidak tahu menahu soal Musda Kwarda Sulsel. “Musda apa itu? saya tidak tahu, tanyakan saja ke Kwarda atau kwarcab yang usulkan nama saya,” kata IAS yang dihubungi via WA beberapa waktu lalu.

Sekretaris Kwarda Sulsel Rahmansyah yang dikonfirmasi enggan memberi penjelasan apa-apa terkait penjaringan bakal calon ketua Kwarda. “Maaf saya sibuk, saya ikut pembekalan dulu,” ujar Rahmansyah yang dikonfirmasi via telepon selularnya belum lama ini.

Informasi internal Kwarda Sulsel menyebutkan, bahwa pelaksanaan Musda Kwarda Sulsel bakal tertunda hingga waktu yang tak ditentukan. Jika konflik internal Musda masih terus berlangsung.

“Kalau saya lihat situasinya, kemungkinan Musda ditunda, sudahpi Pilpres baru diadakan. Panitia Musda kacau sekali, apalagi ada oknum petingga Kwarda yang coba-coba bermain politik praktis didalamnya,” kata salah satu pengurus Kwarda Sulsel yang tak ingin namanya disebut. (**)