GOWA, UJUNGJARI.COM — Dua wanita yang sudah lama menderita sakit kulit dan parah akhirnya mau dirawat di RSUD Syekh Yusuf setelah berhasil dibujuk oleh aparat medis di Puskesmas Pallangga. Keduanya adalah warga Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa bernama Daeng Rannu dan Zaenab.

Dua wanita itu kini ditangani intensif di RSUD Syekh Yusuf. Dua wanita ini sempat viral di medsos gegara penyakitnya yang tak kunjung sembuh dan diviralkan sebuah akun medsos dengan klaim tidak pernah mendapatkan perhatian pemerintah daerah. Daeng Rannu dan Zaenab adalah ibu dan anak yang kemudian diviralkan dua akun yakni @takalarinfo dan @gowainformasi. Dalam unggahan dua akun ini, menuliskan caption jika wanita ini menderita sakit dirumahnya bersama ibunya yang juga sedang sakit parah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun ternyata setelah dikunjungi tim medis Pemkab Gowa, keduanya mengaku tak mau ke rumah sakit atau puskesmas karena malu keluar rumah dengan kondisi sakit mereka. Padahal kedua wanita ini punya kartu berobat yakni sebagai penerima manfaat KIS (Kartu Indonesia Sehat), juga PKH dan BPNT.

Karena viral, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa pun mengklarifikasi hal tersebut. Kedua wanita ini dikunjungi dan dibujuk agar mau dirawat di rumah sakit, namun jawaban mereka hanya malu keluar rumah.

Menyikapi ini, Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang pun menegaskan Pemerintah Kabupaten Gowa melalui jajaran telah melakukan tindak lanjut secara langsung. Ia mengaku warga tersebut, bukan tidak diperhatikan. Bahkan selama ini kedua warga tersebut, telah tersentuh oleh pemerintah dengan menjadi penerima manfaat dari beberapa bantuan pemerintah seperti PKH, BPNT dan KIS.

“Selama ini pemerintah sudah memperhatikan beliau, karena beliau-beliau ini adalah penerima beberapa manfaat BPJS melalui KIS, BPNT dan PKH. Hanya saja karena malu dengan tetangga dia tidak mau ke rumah sakit. Alhamdulillah, tepat Jum’at 4 April dini hari kemarin, setelah dibujuk mereka mau dan kita bawa langsung ke RSUD Syekh Yusuf untuk segera ditangani intensif,” kata Husniah dikonfirmasi, Jum’at malam kemarin.

Dikatakan Husniah, apa yang terjadi pada dua wanita itu telah menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Gowa. Apalagi saat ini, dalam 100 hari kerja di awal kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin, Husniah menggelontorkan Gowa Bersama yang didalamnya mencakup soal kesehatan.

“Dalam program 1001 hari kerja kami ada Gowa Bersama. Didalamnya itu meliputi Gowa Bersih, Gowa Cerdas, Gowa Sejahtera, Gowa Sehat dan Gowa Aman. Jadi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Gowa menjadi program prioritas kami. Jadi jika ada yang mengatakan mereka tidak diperhatikan oleh pemerintah itu informasi yang kurang tepat,” tandas Bupati Gowa.

Terpisah, Direktur RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa dr Ummu Salamah yang dikonfirmasi ujungjari.com, Sabtu (5/4) siang mengatakan, sejak dua wanita itu dibawa ke RSUD Syekh Yusuf pihaknya di IGD.

Menurut dr Ummu, awalnya ditangani dulu oleh dokter umum untuk mericek kondisi secara umum, kemudian ditangani dokter spesialis kulit.

“Kedua pasien ini tengah ditangani dokter kulit dan dokter gizi klinik. Keduanya pun sudah diberikan pengobatan khususnya untuk kulitnya dimana terapi yang dilakukan dokter yakni memberikan salep setiap harinya hingga seminggu kedepan untuk mengurangi gejala dari sakitnya ini,” jelas dr Ummu.

Dokter bersuara lembut ini juga mengatakan, pihak rumah sakit akan mengecek riwayat penyakit lainnya yang diderita kedua warga tersebut.

“Karena sakit yang diderita kedua warga ini kami mengedukasi masyarakat luas agar selalu menjaga kebersihan lingkungan dan diri. Penting bagi kita menjaga kesehatan sebagai upaya mencegah munculnya berbagai penyakit. Khusus untuk dua pasien ini, kami harapkan sepekan ini sudah ada perubahan dan semoga segera pulih. Itupun meski pulih, masih harus berlanjut terus sambil memeriksa riwayat penyakit lainnya,” tambah dr Ummu. –