AMERIKA–Farmakologi Terapi berbasis sel dan genetik merupakan sebuah upaya terapeutik spektakuler yang akan menjadi teknik pengobatan terpenting dalam pengobatan penyakit degeneratif dan penyakit keganasan di masa depan. Terutama untuk kanker dan kelainan bawaan atau genetik.

Hal itu disampaikan ilmuan dunia yang juga Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar di hadapan guru besar, dosen dan mahasiswa di Harvard Medical School, Harvard University, tepatnya di Aula Massachusetts General Hospital, Boston, Amerika Serikat, Rabu (19/11).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Taruna mengatakan penerapan terapi ini telah menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan. Memang sebagian masih dalam tahap penelitian untuk memastikan keamanannya serta efektivitas serta mengurangi adverse reactions.

Melihat kenyataan di atas pada uji klinis glioblastoma (kanker otak) di masa depan terapi sel dan genetik menjadi penemuan terpenting dalam sejarah pengobatan dunia kedokteran .

Dengan demikian papar Taruna, hal ini menjadi harapan baru bagi jutaan penderita penyakit herediter dan degeneratif yang selama ini tidak ada obatnya. Namun, investigasi jangka panjang juga diperlukan untuk memastikan sel basal yang ditransplantasikan bebas dari mutasi bahwa sel tersebut tertanam secara stabil dan bahwa fungsi otak dapat dipertahankan.

Studi selanjutnya untuk menyelidiki dan memperbaiki temuan yang dibahas dalam ulasan ini diperlukan untuk memvalidasi kelayakan terapi berbasis sel untuk pengobatan Glioblastoma.

“Demikian pula perlunya studi lebih lanjut tentang aplikasi transisi gen dan terapi berbasis sel ke perawatan klinis, pada berbagai kelainan degeneratif dan penyakit keganasan kanker lainnya,” pungkas Taruna yang juga dikenal sebagai salah satu ilmuwan dunia ini. (yud)