PAREPARE,UJUNGJARI.COM–Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Parepare Nomor Urut 01, Andi Nurhaldin Nurdin Halid (ANH) dan Taqyuddin Djabbar (TQ) melanjutkan kampanye mereka di Jalan Muhammadiyah, Kelurahan Ujung Lare, Kecamatan Soreang, Senin (14/10/2024) sore.

Ratusan warga hadir untuk mendengarkan visi dan misi pasangan ini yang dikenal dengan program unggulan mereka di berbagai sektor. Salah satu program utama yang diusung adalah rencana pembangunan lapangan sepak bola bertaraf internasional di setiap kecamatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Salah satu program utama yang kami usung yaitu pembangunan lapangan sepak bola bertaraf internasional yang mana lapangan tersebut dapat digunakan oleh masyarakat untuk berkumpul jika ada kegiatan,” kata Nurhaldin Nurdin Halid.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa lapangan sepak bola internasional ini akan menjadi pusat kegiatan multifungsi.

“Kami ingin lapangan sepak bola ini tidak hanya sebagai tempat berlatih dan bertanding, tetapi juga sebagai ruang untuk mengembangkan ekonomi lokal. Setiap lapangan akan dilengkapi dengan fasilitas yang mendukung para pelaku UMKM,” ungkapnya

Selain fokus pada pengembangan fasilitas sepak bola, ANH-TQ juga memiliki visi besar untuk membawa Parepare menjadi kota kelas dunia.

Dalam orasinya, Taqyuddin Djabbar memaparkan rencana pembangunan water boom, sirkuit balap, dan sport center bertaraf internasional.

“Waterboom ini akan menjadi destinasi wisata unggulan di Parepare, menarik pengunjung dari luar kota dan meningkatkan pendapatan daerah. Kami juga berencana membangun sirkuit balap untuk mengakomodasi talenta otomotif lokal, serta sport center yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan olahraga,” jelasnya.

Taqyuddin Djabbar menambahkan rencana pembangunan tersebut dirancang untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat sekaligus menjadikan Parepare sebagai pusat aktivitas olahraga dan hiburan di kawasan Sulawesi Selatan.

“Dengan adanya sirkuit dan sport center, Parepare akan menjadi kota yang dikenal tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. Kami bertekad membawa Parepare ke panggung dunia,” katanya.

Dalam kampanye tersebut juga diwarnai sesi tanya jawab. Seperti Aris, salah seorang warga Soreang yang mempertanyakan persoalan iuran Pedagang Kaki Lima (PKL)

“Apakah bisa Sabtu Minggu uang iuran bisa gratis pak karena PKL yang ada di parepare tidak pernah ada yang namanya bantuan gratis,” tanyanya.

Mendengar pertanyaan warga tersebut, Taqyuddin Djabbar menjawab bahwa melalui program pembangunan waterboom, sirkuit, dan program lainnya, bisa menarik minat masyarakat luar untuk berkunjung ke Kota Parepare.

“Yang kita butuhkan sekarang itu sebenarnya bukan tidak mampu bayar iuran tetapi kita kekurangan pembeli. Jadi persoalan pertama bukan masalah Sabtu Minggu-nya digratiskan tetapi bagaimana cara Sabtu Minggu itu orang luar datang ke Parepare. Itulah tujuan dari program kerja kami untuk membangun water boom, sirkuit, dan sport center agar orang luar datang ke parepare untuk menghabiskan waktu weekend dengan keluarganya,” jawab Taqyuddin Djabbar. (rls)