GOWA, UJUNGJARI.COM — Ibu Kota Nusantara (IKN) yang saat ini dalam proses pembangunan di Kalimantan diproyeksi selesai tahun 2035 mendatang. Butuh 11 tahun lagi untuk bisa melihat sempurnanya pembangunan IKN sebagai ibukota baru Indonesia.

Meski masih cukup lama namun kehadiran IKN ini menjadi lokomotif bergeraknya ekonomi kabupaten kota atau provinsi di bagian timur Indonesia. Salah satu daerah yang mengakui kehadiran IKN sebagai imun adalah Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Usai menjadi Irup pada upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di lapangan kantor Pemkab Gowa pada Sabtu (17/8) pagi kemarin, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan memberikan sinyal ke masyarakat Gowa bahwa IKN menjadi peluang emas bagi kehidupan masyarakat Kabupaten Gowa.

“Memaknai momentum HUT Republik Indonesia ke-79 ini, saya meminta kepada seluruh masyarakat Gowa agar mampu mendukung IKN yang saat ini dibangun di Kalimantan. Pasalnya Sulawesi Selatan dan Kabupaten Gowa akan menjadi salah satu daerah penyangga bagi IKN, sehingga akan berdampak baik terhadap perekonomian masyarakat di Kabupaten Gowa, ” kata Adnan.

Dikatakan Adnan, diangkatnya tema Nusantara Baru Indonesia Maju oleh Pemerintah Pusat, diharapkan Sulawesi Selatan khususnya Kabupaten Gowa mampu menangkap peluang emas tersebut.

“Sulsel adalah lumbung pangan, maka kita harus persiapkan Kabupaten Gowa di masa yang akan datang untuk menjadi penopang kebutuhan pangan untuk IKN,” sebut Adnan.

Dikatakan Ketua Apkasi ini, dalam momen HUT RI ini ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan yakni IKN ibukota baru, transisi kepemimpinan dan transisi besar menuju Indonesia maju.

“Kalau kita lihat dari tiga hal ini, maka ini sudah berkesesuaian dengan momentum yang akan kita hadapi beberapa bulan ke depan. Salah satunya, kita akan gelar Pilkada serentak pada 27 November dimana memang dibutuhkan adalah keberlanjutan pembangunan. Mudah-mudahan melalui momentum kemerdekan kita ini, semua yang akan jadi calon baik calon bupati maupun calon gubernur itu betul-betul mampu merumuskan visi dan misi dalam rangka keberlanjutan pembangunan. Apalagi di tahun 2025 telah disusun rencana jangka pembangunan dari tahun 2025 sampai tahun 2045. Sehingga saya berharap para calon kepala daerah di Gowa nanti dalam m menyusun visi dan misi memperhatikan betul RPJP kita sehingga sinkron antara pembangunan yang ada di pusat, provinsi dan kabupaten, ” kata Adnan.

Adnan pun menegaskan diharapkannya visi misi para calon sinkron dengan pembangunan pusat provinsi dan kabupaten, itu karena korelasi pembangunan yang berkesinambungan yang perlu dilakukan. Apalagi kata Adnan, Kabupaten Gowa dan Sulsel secara keseluruhan telah ditetapkan sebagai daerah penyangga utama bagi IKN khususnya pertanian, peternakan dan perkebunan.

“Oleh karena itu, kita berharap kedepan keberlanjutan pembangunan demi mendukung IKN itulah yang menjadi prioritas utama dalam momentun kemerdekaan ini. Saya tiga hari lalu baru saja dari sana (IKN). Pembangunannya sangat luar biasa dari progres baru 20 persen. Pada progres 20 persen ini, kita sudah sangat takjub melihatnya. Apalagi kalau programnya dilanjutkan terus sampai tahun 2035 selesai pembangunan. Kita mampu yakini bahwa IKN mampu jadi salah satu ibukota terbaik yang ada di dunia,” jelas Adnan.

Adnan juga menjelaskan, hadirnya IKN ini betul-betul akan mengantisipasi perubahan iklim. Soalnya di IKN itu tambah Adnan, konsepnya adalah forest city yaitu hutan kota. Jadi nantinya, semuanya yang ada di sana akan zero. Zero carbon, zero emisi. Semua kendaraan yang akan ada di IKN adalah kendaraan listrik.

“Kita berharap Sulsel dan Kabupaten Gowa mampu menangkap peluang emas itu. Kita ini lumbung pangan. Kalau kita lumbung pangan maka kita harus persiapkan Kabupaten Gowa untuk jadi penopang IKN khususnya dalam kebutuhan pangan, ” tandas Bupati Gowa dua periode ini. –