GOWA, UJUNGJARI.COM — Salah satu penyebab kerap sepinya aktivitas di Posyandu karena anak-anak tak mau mendekat ke layanan tersebut. Bermula dari sinilah akhirnya TP PKK Kecamatan Barombong mencari cara agar anak-anak jadi suka ke Posyandu. Caranya adalah menciptakan inovasi Posrana atau Posyandu Ramah Anak.

Ketua TP PKK Kecamatan Barombong Hariyanti Rahman mengatakan, inovasi ini sudah berjalan sejak awal 2024. Inovasi ini kata Hariyanti terinspirasi dari curhatan para ibu yang kesulitan membujuk anaknya untuk datang ke Posyandu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Usai mendengar keluh kesah para ibu, kami pun memfasilitasi setiap Posyandu. Setelah difasilitasi dengan disiapkan alat-alat permainan alhamdulillah anak-anak semakin antusias dan tidak ada lagi yang rewel kalau datang ke Posyandu, karena sekarang sudah banyak permainannya, ” kata Hariyanti dihadapan Tim Supervisi, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan (SMEP) TP PKK Kabupaten Gowa di Desa Moncobalang, Senin (8/7) lalu.

Hariyanti menjelaskan, tujuan utama inovasi Posrana dibentuk adalah untuk memberikan pembelajaran serta permainan yang menawarkan pendidikan dan permainan menyenangkan bagi anak-anak di Posyandu.

“Program ini memberikan peluang bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal melalui kegiatan yang menarik dan interaktif. Kegiatan ini juga berdampak positif pada tingkat kunjungan sasaran di Posyandu,” kata Hariyanti.

Dengan hadirnya fasilitas bermain di setiap Posyandu, khususnya di Desa Moncobalang, berhasil membuat anak-anak sasaran betah berada di posyandu.

“Apa lagi kalau sudah tahu jadwal Posyandunya, jadi sekarang bukan lagi para kader yang mencari sasaran yang belum datang, melainkan perkembangan di lapangan anak-anak yang semangat untuk datang ke Posyandu,” katanya.

Sementara itu Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Gowa Mussadiyah Rauf dalam kunjungan supervisi ini mengatakan, dalam pelaksanaan 10 Program Pokok PKK, tidak bisa dijalankan tanpa adanya kolaborasi dan kerjasama seluruh pihak.

“Untuk menghasilkan program kerja yang baik, harus ada kekompakan mulai dari desa/kelurahan hingga tingkat kecamatan, bahkan tingkat RT dan RW pun harus kompak, ” kata Mussadiyah. –