GOWA, UJUNGJARI.COM — Tahun 2024 event Beautiful Malino tetap eksis dihelat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa. Kendati event wisata ini tidak masuk ke daftar KEN (Kharisma Event Nusantara) untuk 2024, namun Pemkab lebih menumbuhkan perhelatan ini sebagai pesta wisata untuk masyarakat Gowa.
Beautiful Malino ke V ini seyogyanya digelar pada 14 hingga 16 Juli 2024, namun karena penanggalan hari libur weekend berada pada 12 hingga 14 Juli 2024 maka event BM V ini dimajukan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan ketika dimintai komentarnya seputar pelaksanaan BM V tahun ini, event BM sebelumnya telah ditetapkan dilakukan setiap tanggal 14,15 dan 16 Juli namun karena tahun ini penanggalan weekend tidak jatuh pada tanggal 14,15,26 tersebut maka perhelatannya disesuaikan dengan akhir pekan atau weekend.
“Dan weekend itu tepat pada tanggal 12,13,14 Juli sehingga kita majukan pesta destinasi wisata BM ini,” kata Bupati Gowa ketika ditemui di sela pelaksanaan Musrenbang Kabupaten Gowa di Padivalley Pattallassang, Juni lalu.
Pelaksanaan BM V dilakukan Pemkab Gowa dengan menggandeng EO (event organizer) Slammersindo. Pemkab Gowa melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dan Pemerintah Kecamatan Tinggimoncong (tempat dimana lokasi pelaksanaan BM terpusat yakni di kota wisata Malino) telah melakukan persiapan sebagaimana mestinya. Dan hingga hari ini menurut Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gowa Nasrun Bohari persiapan sudah mendekati finaly.
Nasrun mengatakan event BM yang tahun ini juga berkonsep Harmoni yakni upaya mengingatkan kembali pentingnya harmonisasi dan keseimbangan antara alam dan kehidupan manusia. Selain itu juga, harmoni dilakukan sebagai perekat hubungan masyarakat pasca Pemilu 2024 kemarin.
Dalam BM V ini, kembali digelar tujuh jenis kegiatan yakni music and art fest dengan berbagai bintang tamu, lari lintas alam, culinary bazaar, mountain bike, fashion carnaval, summer camp dan malino trail adventure.
“Jenis kegiatannya hampir sama dengan tahun lalu, hanya saja memang ada beberapa yang dimodifikasi sesuai dengan tema tahun ini yaitu Harmoni sehingga tahun ini BM akan lebih spesial,” jelasnya.
Event BM ini tambah Nasrun mulai digagas sejak tahun 2017 lalu yang digelar setiap tahunnya di bulan Juli dengan mengangkat tema yang berbeda-beda. Empat tahun sempat vakum dihelat karena pandemi Covid-19.
Event ini kata Nasrun tentunya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar khususnya di Kecamatan Tinggimoncong, Parigi dan Tombolopao karena banyaknya masyarakat yang datang hingga menyewa penginapan sekaligus memperkenalkan potensi pariwisata yang dimiliki Kabupaten Gowa.
Terpisah, Muh Subhan, perwakilan EO Slemmersindo, Senin (8/7) mengatakan sampai saat ini persiapan sudah diatas 70 persen, dimana kendala-kendala yang menjadi permasalahan di tahun sebelumnya berusaha terus diatasi agar pelaksanan tahun ini lebih baik lagi.
“Secara teknis kita sudah 70 persen menuju hari H, khususnya terkait masalah keamanan, transportasi yang biasanya dikeluhkan oleh masyarakat itu sudah kita antisipasi, bahkan kita sudah rapat koordinasi dengan beberapa pihak terkait,” kata Subhan.
Salah satu yang disiapkan pihak EO adalah shuttle bus untuk memberikan layanan transportasi kepada pengunjung selama berada di area BM. Armada shuttle bus ini menjadi alternatif pencegah macet selama BM berlangsung (tiga hari).
“Untuk shuttle bus itu kita sediakan empat unit di halte keberangkatan kawasan Rindam Secata sebelum Pasar Malino yang arahnya berputar ke Jalan Pendidikan dimana setiap fase 30 menit itu jalan tidak ada putusnya. Kemudian untuk buka tutup jalan kita sesuaikan per event misalnya karnaval itu di Sabtu jam 10.00 pagi maka buka tutup di jam itu. Untuk peta lebih jelasnya sudah kita upload di instagram Beautiful Malino (@beautifulmalino). Jadi ini upaya kita melakukan pengaturan sistem lalulintas buka tutup jalan agar mengantisipasi terjadinya kemacetan,” sebutnya.
Salah satu kelurahan paling siap menghadapi BM ini adalah Kelurahan Bontolerung, selain Kelurahan Malino, sebagai pusat BM. Seperti dikatakan Lurah Bontolerung Ramli Kiyo kepada BKM, Selasa (9/7) siang.
Dikatakan Ramli, persiapan masyarakat Bontolerung menyambut BM sangat serius. Para warganya yang bergerak dalam bidang usaha gencar menyiapkan ‘jualannya’. Bukan hanya kuliner tapi juga usaha penginapan, usaha spot-spot wisata hingga cemilan produk UMKM disiapkan.
Sasaran kunjungan wisatawan diarahkan ke wisata alam air terjun Takapala, bukit wisata Jo’jo Batara (Bukit Jobar), air terjun Biroro dan Topidi Resort. Semua kawasan alam terbuka ini sangat tepat dijadikan tempat camping.
“Sejak BM mulai digelar di Gowa di Malino, hampir semua kawasan kelurahan desa disekitarnya termasuk Bontolerung kecipratan kunjungan wisatawan. Tentunya ini sangat baik untuk peningkatan sumber pendapatan masyarakat di Bontolerung. Selain membuka lapak kuliner di tempat wisata, para UMKM Bontolerung juga membuka kawasan belanja produk UMKM di gedung Gelora di Malino. Alhamdulillah BM ini menjadi berkah bagi masyarakat Bontolerung secara khusus dan masyarakat Tinggimoncong pada umumnya karena itu BM menjadi saatnya euforia wisata dan saatnya warga panen rejeki, ” tambah Lurah Bontolerung. –