Dr Attock Suharto
(Ketua Bidang Media PP KKT Jeneponto)
MENJELANG penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun 2024, sejumlah daerah (kab/kota) di Indonesia pun ramai dengan hiruk pikuk politik dalam rangka menghadapi pesta demokrasi lima tahunan itu di tingkat lokal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Makassar adalah salah satu dari ratusan daerah tingkat dua yang akan melaksanakan pilkada serentak tersebut. Sehingga, atmosfir perpolitikan di kota megapolitan terbesar di kawasan timur Indonesia ini pun mulai riuh dengan aneka dramaturgi politik yang dilakukan oleh elite politik maupun partai politik dalam membangun komunikasi politik. Tujuannya adalah untuk saling menebar pengaruh agar dapat memperoleh kendaaraan politik.
Sejumlah figur telah menghiasi hingar bingar politik di ibukota sulawesi selatan ini, sebut misalnya pengusaha dan politisi Rusdin Abdullah (Rudal), ketua Golkar Makassar Munafri Arifuddin (Appi), mantan bupati Sinjai Andi Seto Gadista Asapa, ketua TP PKK Makassar Indira Yusuf Ismail dan juga birokrat senior Irwan Rusfyandi Adnan.
Berburu Tiket
Salah satu figur potensial yang digadang-gadang mendapat tiket untuk ikut berkontestasi di Makassar adalah Staf ahli walikota Makassar Irwan R Adnan (IA), dia termasuk tokoh muda yang sedang gencar melakukan sosialisasi di masyarakat dengan berbagai macam bentuk komunikasi politik yang dilakukannya seperti menggerakkan simpul-simpul dan relawannya di setiap kecamatan dan kelurahan, serta melaukan pertemuan tatap muka dengan warga setiap saat.
Di media sosial, mantan kepala Bapenda Makassar itu pun tidak kalah proaktif, sejumlah akun medsonya pun turut serta berselancar mempulikasi dan mensosialisasikan dirinya sebagai bakal calon walikota Makassar. Selain itu, sosialisasi dalam bentuk komunikasi non verbal pul telah lama dilakukannya dengan menyebar sebanyak mungkin alat peraga di jalan-jalan utama dan di sudut-sudut gang di setiap kelurahan yang mengisyaratkan pesan-pesan politik kepada publik agar lebih dikenal personifikasinya maupun tagline-nya yang unik yaitu PAKINTAKI.
Ketua Kerukunan Kelurga Turatea itu juga telah melakukan berbagai langkah-langkah politik untuk menjalin komunikasi dengan partai politik, termasuk interaksi komunukasi personal dengan sesama figur untuk menjajaki peluang berpaket. Sejauh ini Wawan panggilan sehari-harinya telah berburu tiket dengab mendaftar kandi beberapa parpol seperti Nasdem, PKS, PKB dan Demokrat.
“Pakintaki” untuk Makassar
Sebagai bakal calon walikota yang mengusung tageline “Pakintaki” ini ramai dibincang di publik, sebab istilah yang dipopulerkan oleh salah seorang selebgram Makassar yang bernama Aldi yang asal jeneponto ini memang sangat menyita perhatian masyarakat karena telah berseliweran di berbagai media sosial.
Pakintaki adalah sebuah ungkapan penegasan dalam bahasa makassar yang berarti “hentakkan ataupun memantik”. Karenanya, pesan dari tagline ini bahwa IA hadir ingin melakukan akselerasi pemerintahan yang lebih cepat untuk membangkitkan pembangunan dan pelayanan pemerintahan yang lebih profesional dan inovatif. Untuk itu, kata Pakintaki juga merupakan akronim dari kalimat “Pemerintahan yang Akuntabel, kreatif dan Inovatif”.
Jika dicermati slogan pakintaki ini, maka kita dapat memproyeksikan bahwa kata itu seolah memperlihatkan ada sesuatu yang menggelora di benaknya. Ada yang ingin ditata ulang dan ataupun ada yang ingin direkonstruksi dari bangunan pemerintahan yang telah ada selama ini.
IA kemudian menawarkan warna baru kepada publik makassar sebuah pemerintahan yang lebih akuntabel, yaitu pemerintahan yang bertanggungjawab dan pemerintahan yang transparan baik dari tatakelola administrasi pemerintahan, pelayanan dan juga pengelolaan keuangan daerah. IA juga menawarkan pemerintahan yang kreatif dan inovatif, ini berarti bahwa perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dari hasil pembangunan dan layanan pemerintahan harus terus mengalami transformasi dan akselerasi yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Kreatif dan inovatif juga dapat diartikan bahwa kelak pemerintahan ini diharapkan setiap perangkat pemerintahan di semua jenjang harus mampu membuat terobosan-terobasan baru yang bertujuan untuk meningkatkan kualiatas layanan publik, kualiatas pendapatan daerah, peningkatan sektor publik lainnya sehingga Makassar mendatang adalah makasaar yang bukan sekedar tempat transit dari dan untuk kawasan timur, tetapi jauh dari itu juga diharapkan dapat menjadi kota tujuan bagi baik dari sektor pariwisata maupun investasi jangka panjang.
Akhrinya, model pemerintahan yang ditawarkan IA ini tentu bertujuan untuk membangun makaaaar sebagai kota megapolitan yang lebih berdaya saing, mensejahterakan dan berkeadilan. Intinya, Makassar Berdaya, Pakintaki! wallahu a’lam bissawwab.
Warkop Phonem, 24 Juni 2024