MAKASSAR,UJUNGJARI.COM—Sebanyak 100 pengelola sekolah swasta jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Makassar menghadiri sarasehan pengelolaan sekolah swasta di Hotel Four Points Makassar, Kamis, 13 Juni 2024. Sarasehan dinisiasi Dewan Pendidikan Kota Makassar (DPKM).
Wakil Ketua DPKM, Yeni Rahman saat membuka acara mengatakan sarasehan dimaksudkan untuk menampung aspirasi pengelola sekolah swasta dalam memperoleh aksesibilitas dan fasilitas dari pemerintah.
“DPKM selalu mendorong potensi sekolah swasta dalam mendukung kualitas pendidikan di Kota Makassar,” kata Yeni.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sarasehan menghadirkan narasumber dari pengelola sekolah swasta. Di antaranya Arfah dari sekolah Al Biruni dan Lodowikus Arkadius Yayasan Bukit Zion. Keduanya membagikan kiat sukses pengelolaan pendidikan di sekolahnya.
Arfah mengakui pendidikan mirip dengan bisnis. Masyarakat memilih sekolah tertentu, kata dia karena beragam pertimbangan. Antara lain apa kelebihan dan manfaat yang diperoleh jika memilih sekolah tertentu.
“Sekolah swasta menjual value atau nilai yang berbeda atau bahkan tidak dimiliki sekolah negeri atau sekolah lain,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Muhyiddin yang juga menjadi narasumber mengapresiasi penyelenggaraan sarasehan ini. Ia mengatakan sekolah swasta memiliki kontribusi besar dalam mendukung program Pendidikan di Makassar, termasuk revolusi pendidikan semua anak wajib sekolah.
Dalam forum sarasehan juga terungkap sejumlah keluhan sekolah swasta. Di antaranya terbatasanya sumber daya guru.
Muhammad Rauf dari Dikdasmen Muhammadiyah mengatakan beberapa sekolah Muhammadiyah mengeluh karena gurunya banyak dipindahkan ke sekolah negeri.
“Guru-guru kami yang lulus PPPK begitu terangkat langsung dipindahkan. Dampaknya kami sekarang kekurangan guru,” katanya.
Rauf meminta agar guru dari sekolah swasta yang lolos PPPK bisa Kembali mengabdi dan ditempatkan di sekolah asalnya. Ini penting agar sekolah-sekolah swasta tidak mengalami kekurangan guru. (pap)