GOWA, UJUNGJARI.COM — Sebanyak 1.091 petani di Kabupaten Gowa menerima bantuan pompa air dari Kementerian ESDM yang diserahkan anggota Komisi VII DPR RI. Penyerahan bantuan pompa air konversi BBM (bahan bakar minyak) ke BBG (bahan bakar gas) tersebut berlangsung di gedung D’Bollo Sungguminasa, Gowa, Kamis (12/10) siang disaksikan perwakilan Dirjen Migas Kementerian ESDM RI, 13 Camat dan puluhan Lurah dan Kades wilayah penerima.
Usai menerima bantuan itu secara simbolis dari perwakilan Dirjen Migas Kementerian ESDM dan anggota Komisi VII DPR RI, Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Malaganni pun langsung meneruskan penyerahan ke masing-masing perwakilan petani yang hadir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penyerahan bantuan program kemitraan Kementerian ESDM ini diapresiasi Wabup Gowa. Menurut Rauf, bantuan pompa air ini sangat membantu petani di Gowa, apalagi Kabupaten Gowa merupakan salah satu kabupaten penyangga pangan terutama beras, jagung dan sayuran di Provinsi Sulawesi Selatan.
“Bantuan pompa air ini akan membantu meningkatkan produksi pertanian khususnya di tengah krisis global, perubahan iklim dan krisis energi dalam upaya menekan laju inflasi. Kami sangat mengapresiasi langkah pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM dan diserahkan hari ini oleh anggota Komisi VII DPR RI pak Ridwan Andi Wittiri. Dengan adanya bantuan pompa air ini, jelas sarana dan prasarana pertanian kita terpenuhi,” kata Rauf.
Dikatakan Rauf, dengan adanya bantan ini pula produktifitas petani akan semakin membaik, terlebih pada musim tanam tertentu atau kemarau sehingga akan meningkatkan produksi pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani itu sendiri.
Diakui Wabup Gowa, sektor pertanian atau tanaman pangan di Kabupaten Gowa dari tahun ke tahun mengalami peningkatan indeks pertanaman, sehingga program konversi BBM ke BBG sangat tepat dan sangat dibutuhkan oleh petani.
“Tujuan dari program ini adalah untuk menekan laju emisi gas karbon dan bentuk perlindungan terhadap lingkungan, apalagi dalam kondisi Elnino saat ini berdampak pada kekeringan lahan pertanian sehingga pengadaan pompanisasi ini sangat dirasakan manfaatnya oleh petani yang dapat digunakan untuk mengairi sawah yang kekurangan air,” kata Wabup Gowa.
Rauf pun berharap, para petani yang menerima pompa ini dapat memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya dan meminta para SKPD terkait, Camat, Lurah atau Kepala Desa untuk mengawasi dan memantau pelaksanaan distribusi kepada petani sasaran ini sehingga tepat waktu, jumlah dan tepat sasaran agar program dapat bermanfaat bagi petani.
Sementara itu anggota Komisi VII DPR RI Ridwan Andi Wittiri mengatakan pihaknya mendistribusikan sebanyak 2.561 unit pompa air di Sulawesi Selatan, dimana khusus Kabupaten Gowa menerima sebanyak 1.091 unit yang tersebar di 13 kecamatan.
“Ini kita serahkan kepada keluarga kita di Sulawesi Selatan, khususnya di Gowa yang diharapkan masyarakat tidak lagi mengeluarkan biaya yang tinggi karena BBG ini lebih hemat dibandingkan BBM dan produksi petani kita jauh lebih meningkat dan maksimal dengan konversi tersebut,” kata legislator PDIP pusat ini.
Menerima bantuan tersebut, sejumlah petani perwakilan dari 13 Kecamatan mengaku pompa air tersebut akan sangat membantu dalam kondisi saat ini. Pasalnya kemarau yang berkepanjangan berdampak terhadap produksi pertaniannya akibat kekeringan. –