MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Ruang kerja Wali Kota Makassar akan pindah Menara Balaikota tahun depan. Rencananya, orang nomor satu Makassar akan menempati seluruh lantai 2, Menara Balaikota. Saat ini, Dinas Pekerjaan Umum sementara melakukan renovasi. Rencananya, seluruh pekerjaan sudah harus rampung akhir tahun ini.

Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto secara khusus melakukan pemantauan untuk mengetahui sejauh mana progres pekerjaan yang sudah dilakukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemantauan dilakukan Senin (9/10). Secara detail, Danny memeriksa kualitas material yang telah dipasang. Mulai dari lantai, dinding, dan komponen lainnya.

Kepada wartawan, Danny menjelaskan ruangan-ruangan yang didesainnya secara khusus. Ruangan yang ada didesain dengan elegan. Lantainya dipasangi tegel dari marmer, dindingnya dimoulding dengan relief yang menarik.

Ada tiga pintu yang disiapkan untuk mengakses ruang kerja balaikota. Diantaranya, ruang pintu utama, ruang pintu samping, dan ruang pintu yang langsung berhubungan dengan lift.

Jika masuk melalui pintu utama, yang pertama dimasuki adalah ruang tunggu yang bergabung dengan tempat untuk prescon. Masuk lebih dalam lagi, ada ruang berbentuk oval yang akan dijadikan ruang pertemuan bilateral.

Selanjutnya, ada ruang kerja pribadi wali kota, ruang rapat, hingga pantry. Semua didesain sangat menarik dan elegan.

Khusus untuk Pegawai Pemkot Makassar termasuk pejabat yang ingin menghadap wali kota, disiapkan akses berupa pintu khusus untuk masuk ke ruang wali kota yang berdekatan dengan lift. “Kontraknya, ini selesai akhir tahun, jadi awal tahun depan insyaallah sudah bisa dipergunakan,” jelas Danny.

Dengan nada bergurau, mengatakan ruang kerja baru itu diperuntukkan bagi Wali Kota Makassar berikutnya. “Nanti ini akan dinikmati wali kota yang baru. Kalau saya kan, masa jabatannya sudah tidak lama lagi,” ungkap Danny.

Lantas bagaimana ruang kerja lama yang saat ini ditempati? Danny mengatakan ruang kerjanya saat ini akan disulap menjadi ruang tunggu atau lobi untuk pegawai atau orang yang akan melaksanakan rapat di Ruang Pola. Apakah itu di Ruang Sipakalebbi ataupun Sipakatau.

Saat ini, Dinas PU Makassar juga melakukan pengerjaan dan rehabilitasi di lantai 4 Menara Balaikota yang akan disulap menjadi ruang kerja Wakil Wali Kota dan Sekretaris Daerah Kota Makassar.

Saat ini, wakil wali kota berkantor di lantai 11. Sementara sekretaris daerah di lantai 9.

Selain itu, Dinas PU Makassar juga melakukan rehabilitasi bangunan lama yang merupakan tempat bersejarah. Total anggaran yang digunakan untuk rehabilitasi balaikota tahun ini sebesar Rp19 miliar.

Kepala Bidang Prasarana dan Bangunan Pemerintahan, Hajar Aswad mengatakan, dalam rehabilitasi kantor ini banyak yang perlu diperhatikan karena bangunan tersebut merupakan bangunan bersejarah.

Ada beberapa bagian yang tidak dimungkinkan untuk diganggu dan diubah. “Ternyata ada jalanan atau selasar diatas plafon, kita tidak ganggu itu, kemudian ruangannya pak wali kita tidak ganggu juga itu karena ada bagian heritage,” jelasnya.

Kata Hajar, rehabilitasi Kantor Balai Kota rencananya akan dilanjutkan tahun depan. Rehabilitasi tersebut merupakan tahap kedua yang akan dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pokok 2024.

Rehabilitasi dilakukan hingga lantai 11, ruangan Wakil Wali Kota Makassar sekarang ini. “Balai kota towernya kita rehabilitasi sampai lantai 11 tahun depan,” ucap Hajar Aswad. Pengerjaan konstruksi tahap dua ini diperkirakan butuh biaya sekira Rp30 miliar. (rhm)