GOWA, UJUNGJARI.COM — Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Gowa Kamsina melakukan penandatanganan kerjasama atau MoU dengan ICare Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kementerian Pertanian RI di Baruga Karaeng Pattingalloang kantor Bupati Gowa, Jum’at (4/8) lalu.
Terkait kerjasama ini, Direktur ICare BSIP Haris Syahbudin mengatakan, kerjasama ini diharapkan betul-betul bisa dimaksimalkan dalam pelaksanaan kegiatan sebab Gowa memiliki banyak komoditi unik yang bisa dikelola.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kentang yang digunakan masih kentang granola, kentang ini kentang sayur tapi petani sangat kreatif mereka membuat kentang ini jadi kripik. Nah kalau ini dilakukan, prosesnya agak sedikit panjang, tapi kalau menggunakan kentang industri mungkin prosesnya akan jauh lebih pendek. Nah kita di BSIP sudah minta untuk membantu memperkenalkan varietas baru ini ke para kelompok tani untuk memanfaatkan kentang industri tadi, ” kata Haris.
Menurut Sekretaris Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kementan ini, pihaknya juga akan melakukan bimbingan-bimbingan teknis dalam pelaksanaan atau kegiatan pasca panen khusus pada komoditi kentang.
“Dalam kegiatan ICare selama lima tahun ini kami juga akan melakukan bimbingan-bimbingan teknis dalam pelaksanaan kegiatan pasca panen untuk kentang, ” tambah Haris.
Untuk sapi perah, kata Haris, beberapa hal yang perlu diperhatikan yakni terkait dengan masalah penghijauan pakan ternak yang harus disediakan kemudian kesiapan kandang sapi untuk bisa segera dimanfaatkan oleh sapi-sapi perah yang akan dikirim ke Gowa. Saat ini kata Haris, sapi-sapi tersebut sudah berada di Batu Raden.
“Pihaknya sudah berdiskusi juga dengan tim. Dan kesetaraan data informasinya hampir sama, masalah penghijauan pakan ternak yang harus kita sediakan, kemudian bagaimana kesiapan kandang sapi itu. Saat ini sapi-sapi perah tersebut sudah ada di Batu Raden, ” papar Haris.
Bakal pengiriman Pemkab Gowa tentu menunjangnya dengan beberapa fasilitas. Sebanyak 250 ekor sapi perah siap diterbangkan ke Kabupaten Gowa, sebagian akan dibagi ke kelompok koperasi dan selebihnya dibagikan UPT.
Sementara itu, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Gowa Kamsina mengatakan, penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Gowa dengan Kementerian Pertanian dan Nota Kesepahaman dan antara Pemkab Gowa dengan PT Sumber Cita Rasa Alam atau lebih dikenal dengan nama Cimory adalah bukti nyata dimulainya rencana pengembangan sapi perah di Kabupaten Gowa.
“Di sisi lain pemerintah pusat juga memberi dukungan berupa program pemberdayaan pertanian berbasis kawasan dan peningkatan rantai nilai komoditas yang dikenal dengan nama program ICare. Kabupaten Gowa memperoleh dua jenis pengembangan komoditas yaitu sapi perah dan kentang, ” kata Kamsina berharap agar perjanjian kerjasama ini dapat terlaksana sesuai harapan.-