GOWA, UJUNGJARI.COM — Kegiatan progrsm Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melakukan revitalisasi situs budaya dan agama di Kabupaten Gowa diapresiasi Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan.

Sambutan positif Adnan terhadap program tersebut, disampaikannya usai mengikuti dialog interaktif terkait revitalisasi situs budaya dan agama di Indonesia secara virtual bersama Kapolri dan Panglima TNI di makam Sultan Hasanuddin, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sabtu (30/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program revitalisasi budaya dan agama ini digelontorkan Polri serangkaian hari ulang tahun ke-77 Bhayangkara terkhusus di wilayah Kabupaten Gowa.

Sesaat berada di makam Sultan Hasanuddin bersama Kapolda Sulsel Irjen Pol Setyo Boedi Moempoeni, Bupati Gowa mengatakan dirinya selaku pemerintah dan masyarakat Kabupaten Gowa sangat berterimakasih atas program Polri merevitalisasi situs budaya terutama di kawasan makam Sultan Hasanuddin.

“Ini tiada lain untuk bisa terus menjaga situs-situs budaya dan agama yang ada di seluruh Indonesia khususnya di Gowa ini,” kata Adnan.

Dikatakannya, saat ini para generasi diharapkan mampu mengetahui perjalanan sejarah bangsa, termasuk para pahlawan yang harus selalu dikenang baik kemarin, hari ini maupun di masa yang akan datang.

Sementara itu Kapolda Sulsel Irjen Pol Setyo Boedi Moempoeni disaat berdialog virtual dengan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menjelaskan khusus program revitalisasi budaya dan agama di wilayah Sulawesi Selatan diprioritaskan tiga makam yang direvitalisasi yakni Makam Pangeran Diponegoro di Makassar dan Makam Syekh Yusuf serta Makam Sultan Hasanuddin di Gowa.

“Alasan kami memilih makam Sultan Hasanuddin karena Raja Gowa ke 16 ini merupakan tokoh besar dan adalah sosok yang mendapat julukan de Haantjes van Het Oosten oleh Belanda yang artinya Ayam Jantan dari Timur,” kata Kapolda.

Dijelaskan Kapolda, revitalisasi yang dilakukan ini meliputi pengecatan tembok atau gerbang makam, gedung kubah dan area sekitar makam. Kemudian pemasangan spanduk, banner dan baliho untuk menarik daya wisata masyarakat luar untuk mengetahui bahwa di Sulawesi Selatan terdapat beberapa situs budaya dan agama.

Lewat layar monitor virtual, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan dalam revitalisasi ini ada 77 situs budaya dan agama di seluruh Indonesia yang masuk daftar. Tujuan utamanya selain memperindah kawasan makam bersejarah itu, juga sebagai upaya untuk merawat kebersamaan sekaligus membangkitkan ekonomi lokal di sekitar situs tersebut.

“Terimakasih atas kerjasamanya merevitalisasi beberapa tempat bersejarah. Ini kita lakukan sebagai cara untuk terus merawat kebersamaan, merawat toleransi, merawat budaya dan juga membangkitkan UMKM yang ada dan paling utama menjadi modal persatuan dan kesatuan untuk merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Kapolri.

Terkait revitalisasi ini Kapolres Gowa AKBP Reonald Truli Simanjuntak menjelaskan setelah Makam Sultan Hasanuddin dan Makam Syekh Yusuf masuk dalam daftar dari 77 situs budaya dan agama yang direvitalisasi, pihaknya terus melakukan persiapan di dua lokasi tersebut hingga program tersebut tuntas.

Hal senada dikatakan Dandim 1409 Gowa Letkol Inf Muhammad Isnaeni Natsir. Menurut Dandim, pihaknya sangat mendukung revitalisasi tersebut dan pihaknya pun intens melakukan koordinasi dengan Bupati Gowa serta Kapolres Gowa selama program berjalan.

Turut hadir dalam kegiatan dialog virtual yang dirangkai ziarah makam adalah tokoh adat Kabupaten Gowa Andi Kumala Ijo Daeng Sila Karaeng Lembang Parang, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama serta tokoh pemuda Gowa. –