MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Sejumlah buruh yang tergabung didalam sayap Gemuruh (Gerakan Massa Buruh) Partai Nasdem di Makassar sepakat berjanji mengawal bahkan mendudukkan Tenriolle Yasin Limpo (TYL) di DPR RI pada Pileg 2024 mendatang.

Janji itu bukan sekadar janji tapi sudah menjadi komitmen bulat para buruh yang ada di sejumlah kabupaten kota di Sulsel. Komitmen itupun disampaikan Andi Kurniawan kepada sejumlah media di Makassar, Senin (5/6/2023) sore.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Andi Kurniawan yang juga adalah Ketua Federasi Serikat Buruh Kami Parho Kota Makassar mengatakan, persiapan dirinya bersama seluruh rekan buruh yang kini menjadi tim relawan TYL sudah matang. Bahkan kata Andi Kurniawan keseriusan timnya pun tak bisa dijegal lagi sebab seluruhnya sudah memasang branding hastag #KASI RAME atau Komunitas Relawan dan Simpatisan Mammi.

“Persiapan kami memang mengantarkan mammi ke senayan. Dari 75 kecamatan sudah berada di atas angka 60 persen mulai dari Makassar sampai Selayar (Dapil 1). Mereka yang jalan saat ini memang betul-betul dari bawah. Begitu kita sampaikan mereka jalan sendiri dan by data. Untuk 75 kecamatan mulai dari Makassar sampai Selayar itu target kami kecamatan itu harus sampai 90 persen. Dan memang teman-teman kami di bawah langsung berkomunikasi dan para simpatisan berdatangan sendiri seperti dari Kabupaten Takalar dan lainnya, ” kata Andi Kurniawan.

Adanya antusiasme relawan dan simpatisan ini merapat berjuang untuk TYL kata Andi Kurniawan karena memang sudah ada yang dilihat dari perjuangan TYL sebelumnya yakni perjuangan kenaikan upah minimum regional para buruh.

“Ini memang tidak serta merta naik begitu saja tapi memang butuh perjuangan. Kita sudah lihat tahun-tahun lalu tidak naik upah begitu pun di tahun sebelumnya tidak ada kenaikan sama sekali padahal hitungannya teman-teman itu bahkan dari Disnaker mengatakan kenaikan itu dibawah 3 persen tapi dari kami mengatakan pasti di atas 5 persen karena hitungan kami berdasarkan perhitungan data statistik dan ada perhitungan kebutuhan hidup lainnya. Hitungan kami disitu itu diangka 5 sampai 8 koma sekian persen. Bahkan tidak muluk-muluk sampai 10 persen tapi kemudian jatuh diangka 6 persen. Karena itu kami menyakini bahwa kami harus antar mammi TYL ke senayan agar perjuangan kami sebagai buruh lebih nyata dan lebih baik lagi, ” papar Andi Kurniawan.

Hal senada dikatakan Agus Toding selaku CEO GSBMI (Gerakan Serikat Buruh Mandiri Indonesia). Dikatakan Agus, dirinya bersama rekan-rekan sesama buruh maju mengawal TYL menuju senayan karena perjuangan TYL sebagai Ketua Organisasi Gemuruh Sulsel sebagai sayap Partai Nasdem ini sangat dirasakan olehnya serta rekan buruh lainnya.

“Mammi TYL memang memperjuangkan aspirasi kami bahkan memfasilitasi kami. Dan kami sadar meski pun kami melakukan aksi berkali-kali bahkan membakar rumah sekalipun maka tidak akan ada yang dengar aspirasi di pemerintahan. Dan kami yakin lewat politiklah yang bisa merealisasikan perjuangan kami. Makanya kami dorong mammi untuk memperjuangkan kami di senayan. Makanya kami harus mengawal dan mendudukkan mammi di DPR RI pada Pileg 2024 ini, ” kata Agus.

Andi Abdillah selaku Presiden Persatuan Massa Buruh Indonesia (PMBI) Makassar pun menyatakan demikian. Menurut AndibAbdillah agar aspirasi kenaikan upah buruh bisa terwujudkan maka harus punya link atau pintu di senayan.

“Artinya kita tidak bisa bicara terlalu jauh dulu tentang kenaikan upah dan lain-lain jika kita belum punya pintu di senayan. Makanya yang jelas mammi TYL harus duduk dulu di senayan baru target-target perjuangan kami para buruh bisa berjalan, ” tambah Andi Abdillah.

Baik Andi Kurniawan, Agus Toding dan Abdillah ketiga perwakilan buruh ini mengaku memilih memperjuangkan TYL ke senayan karena sudah jalan Tuhan.

“Selama ini kami tidak menemukan tokoh itu dan Tuhan telah menunjukkan tokoh yang kami cari. Dia adalah mammi TYL. Semoga perjuangan kami diberkahi yang diatas. Dan kami sudah komitmen akan bekerja keras apapun caranya untuk mendudukkan mammi TYL. Kami sadar dan tidak bisa pungkiri bahwa di tubuh komunitas serikat buruh juga terbelah. Tapi kami optimis bisa berjuang mendudukkan mammi di DPR RI. Kalau ada yang tanyaki kemanaki maka kami bilang kuantar mammi ke senayan, ” tandas Andi Kurniawan.

Terkait dukungan buruh, TYL mengaku salut dan makin tegar berkompetisi di Pileg 2024 ini. Menurut TYL, persoalan isu ketenagakerjaan memang harus mendapat perhatian. Sebab rendahnya angka lowongan kerja, SDM dan jaminan sosial begitu rendah untuk para buruh menjadi hal-hal yang menjadi perhatian dirinya kedepan, khususnya perhatian Partai Nasdem.

“Menurut UU No 6 tentang ketenagakerjaan, buruh itu adalah semua yang bekerja dan menerima upah. Tidak terbatas pada level apapun. Jika diartikan secara umum maka semua orang yang bekerja dan menerima upah maka disebut buruh. Olehnya itu tidak ada hal yang lebih penting dari ini untuk diperjuangkan apalagi teman-teman di Gemuruh menginginkan saya untuk maju ke senayan,” ucapnya.

Menyoal sebutan tokoh yang dilayangkan buruh pada dirinya, TYL mengaku Ia bukan lah tokoh dibalik itu. Tokoh yang dimaksud itu sebenarnya adalah para buruh yang bekerja.

“Saya bukanlah tokoh itu. Tapi yang tokoh sebenarnya adalah para buruh yang berjuang untuk perubahan nasibnya. Saya hanya memfasilitasi ketemu fraksi dan ini tugas saya sebagai sayap organisasi dan partai. Yang memfasilitasi itu dari Partai Gemuruh. Fraksi hari itu juga memberikan sambutan yang baik. Namun analisanya tidak sesuai, ada pertimbangan lain. Sehingga kenaikannya itu hampir 7 persen. Awalnya kita syukuri karena kita pikir hanya 3 persen. Dan ini salah satu cara saya memfasilitasi. Dan saya malah berterimakasih juga karena teman-teman buruh mau membantu,” kata mantan legislator DPRD Sulsel ini.-