GOWA, UJUNGJARI.COM — Puluhan warga Dusun Pangngajiang, Desa Parigi, Kecamatan Tinggimoncong akhirnya bisa menikmati air bersih dari sumur bor yang telah dibangun oleh jajaran TNI AD melalui Kodim 1409 Gowa.

Pengerjaan sumur bor yang berjalan sebulan lalu itu kini sudah mengucurkan air dan dinikmati warga setempat. Penggunaan sumber air bersih inipun diresmikan Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Malaganni pada Kamis (13/4/2023) petang dihadiri Ketua DPRD Gowa Rafiuddin, Dandim 1409 Gowa Letkol Inf Muh Isnaeni Natsir, Kapolres Gowa AKBP Reynold TS, sejumlah pimpinan SKPD terkait dan Camat Tinggimoncong Iis Nurismi serta Danramil 1409-06 Tinggimoncong Kapten Inf Rudi Sitaba. Hadir pula Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Totok Imam Santoso.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wabup Gowa Abd Rauf Malaganni sesaat sebelum mencoba membuka kran air ledeng tersebut memberikan apresiasi terhadap gagasan program TNI AD Manunggal Air tersebut.

Pasalnya program Manunggal Air yang merupakan ide gagasan dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurrachman ini mampu mengaliri 33 rumah keluarga dari 55 rumah yang ada di Pangngajiang tersebut.

“Program ini merupakan wujud nyata kehadiran TNI untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Saya atasnama Pemerintah Kabupaten Gowa tentu mengapresiasi tinggi adanya program ini,” kata Rauf.

Wabup mengaku, program ini merupakan bukti nyata kontribusi TNI kepada rakyat, khususnya masyarakat Desa Parigi, Kecamatan Tinggimoncong.

“Beberapa waktu yang lalu, TNI juga telah meresmikan sumur bor di Desa Nirannuang, Kecamatan Bontomarannu. Hal ini membuktikan bahwa program ini adalah program yang berkelanjutan sehingga hasilnya dapat dinikmati oleh masyarakat lebih luas,” kata Wabup Gowa.

Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Totok Imam Santoso yang hadir di lokasi peresmian sumur bor itu menyampaikan b
terimakasihnya kepada Pemkab dan Forkopimda Gowa atas partisipasi dalam program ini.

“Terimakasih atas kerjasama Pemkab Gowa dan Forkopimda Gowa sehingga bantuan Bapak KSAD yang bersumber dari dana PLN bisa menjadi bantuan bagi masyarakat,” kata Pangdam XIV Totok Imam Santoso.

Pangdam pun berharap kepada para Dandim di wilayah masing-masing yang tersentuh program Manunggal Air ini agar kedepannya bisa secara berkala merawat sumur bor ini agar bisa berkelanjutan.

“Saya harap para Dandim bisa melakukan pengawasan. Kemudian bisa dengan segera menyambungkan pipa ke rumah-rumah penduduk agar masyarakat bisa menikmati airnya,” ujar Mayjen TNI Totok Imam Santoso.

Sementara itu, Kepala Dusun Pangngajiang Haruna Tahir Sibali mengatakan, sumur bor ini akan mengaliri 25 hingga 30 rumah dari dari total 50 rumah yang ada di Pangngajiang.

“Program ini dimulai sejak 7 Maret 2023 dan 1 April lalu sudah rampung 100 persen. Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Pangngajiang, dan tentunya sangat membantu masyarakat dalam hal sanitasi, terlebih di musim kemarau nanti. Selaku kepala dusun saya tentu berharap seluruh warga Pangngajiang bisa memanfaatkan air bersih ini sehingga berkah dan membantu untuk meringankan kebutuhan air di musim kemarau nanti, ” kata Haruna.

Diakui Haruna, di Pangngajiang itu masyarakat kerap dilanda kekeringan. Dan saat ini, sumur bor yang berdiri kokoh ini memanfaatkan air dari mata air sumur di belakang rumah warga yang ditempuh kurang lebih 200 meter.

“Kalau musim kemarau, warga dusun harus berjalan ke belakang rumah warga mengambil air dengan jarak 200 meter. Dan kalau musim hujan, kami menadah air hujan,” jelas Haruna.

Peresmian sumur bor TNI AD Manunggal Air dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sembako kepada masyarakat yang kurang mampu. –