MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Salah satu persoalan yang kerap menjadi sorotan masyarakat adalah performa drainase yang tidak maksimal.

Hampir setiap hari, pengaduan terkait drainase yang tersumbat, saluran air atau got yang rusak masuk ke Dinas Pekerjaan Umum (PU). Seperti salah satu pengaduan yang dilayangkan melalui call centre 112.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengaduan yang masuk pada Kamis (2/3) dilayangkan oleh Drg Nyarrang melalui nomor telpon 082194711xxxx sekitar pukul 11.03 wita.

Warga Jalan Borong Indah RW 10 Kelurahan Kassi – Kassi Kecamatan Rappocini itu meminta bantuan Dinas Pekerjaan Umum untuk melakukan pengerukan saluran drainase di lokasi tempatnya bermukim.

Humas Dinas PU Makassar, Hamka Darwis mengatakan, pengaduan tersebut sudah diteruskan ke Satgas Drainase.

Rencananya, lokasi yang dimaksud akan disurvey terlebih dahulu hari ini, Jumat (3/3).

“Selanjutnya, setelah survey, tim akan turun untuk melakukan normalisasi saluran drainase yang dimaksud. Tim yang akan turun akan disesuaikan dengan kebutuhan,” ungkap Hamka saat dihubungi.

Lebih jauh dia mengemukakan, Dinas PU rutin melakukan pengerukan sedimentasi yang menghambat aliran air di saluran drainase.

Di bawah kendali Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) dan Drainase, pengerukan saluran drainase rutin dilakukan setiap hari mulai Januari lalu. “Dan itu akan terus berlangsung hingga akhir tahun mendatang,” tambahnya.

Normalisasi ini dilakukan bukan saja pada musim penghujan tetapi secara simultan. Pihaknya juga berkoordinasi dengan pihak provinsi dan pusat untuk saluran tersier, sekunder serta primer.

Sama halnya dengan jalan, maka drainase pun terbagi menjadi drainase dengan kewenangan kota, propinsi, dan pusat.

Untuk kewenangan Pemerintah Kota Makassar, penanganan terbagi lima rayon dan saat inipun telah dilengkapi dengan terbentuknya tim yang khusus menangani sampah- sampah kanal. (rhm)