GOWA, UJUNGJARI.COM — Pada saat pandemi covid-19 berkecamuk minyak goreng melangka. Pasca itu saat jelang Ramadan Idul Fitri, Idul Adha dan perayaan Natal dan tahun baru 2022 lalu minyak goreng tetap diisukan melangka. Kini memasuki Februari 2023 minyak goreng kembali diisukan langka lagi.

Menanggapi isu langkanya minyak goreng itu, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Gowa Kamsina yang juga sebgaai Plt Kadis Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa langsung mengecek stok minyak goreng di agen dan distributor minyak kelapan di wilyah kota Sungguminas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu yang dikunjungi Sekkab Gowa adalah distributor minyak goreng K Mart yang berlokasi di Jl Poros Malino Raya, tepatnya di Kelurahan Batangkaluku, Kecamatan Somba Opu.

Saat berada di gudang penyimpanan K Mart, Jumat (3/2) siang, Kamsina mengatakan, saat ini minyak goreng di Gowa masih aman dan tersedia.

“Stok minyak goreng di distributor dan pengecer di pasar terpantau aman. Jangankan di gudang milik K Mart, di penjual eceran di Pasar Induk Minasamaupa pun stok banyak. Saya bersama jajaran Disperdastri sudah memantau sejak kemarin di pasar induk, Alhamdulillah aman. Stok minyak goreng berbagai macam kemasan baik kemasan 1 ataupun 2 liter tersedia, ” kata Kamsina.

Meski stok banyak, namun kata Kamsina, pihaknya akan tetap memantau pergerakan pasar serta tetap meningkatkan pengawasan agar kebutuhan minyak goreng maupun kebutuhan pokok lainnya tetap stabil.

Kamsina mengatakan, upaya Pemerintah Kabupaten Gowa melakukan pemantauan rutin sebagai bentuk antisipasi ketersediaan stok dan kondisi harga bahan pokok apalagi jelang bulan Ramadan yang akan dilaksanakan umat muslim pada Maret 2023 nanti.

Kamsina juga mengingatkan para distributor bahan pokok termasuk minyak goreng di Gowa untuk tidak menyuplai ke luar daerah, jika stok di Kabupaten Gowa belum aman betul.

“Saya imbau para distributor yang ada, agar jaga kondisi. Jika ada daerah tetangga yang meminta pasokan itu tidak masalah sepanjang stok tetap tersedia di Gowa dan para distributor menjamin tidak langka di Gowa,” imbau Kamsina.

Sekkab Gowa juga meminta seluruh pengecer di Gowa untuk tidak menaikkan harga terlalu tinggi khususnya minyak goreng dan tetap memperhatikan aturan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan.

“Jika ada pengecer yang menjual di atas HET, akan diberikan teguran, mulai teguran lisan hingga tertulis. Pengecer boleh menaikkan harga tapi tidak boleh terlalu melambung harganya,” tandasnya.

Novi, agen distributor K Mart mengatakan bahwa minyak goreng sejauh ini masih aman, baik minyak goreng curah maupun kemasan terutama Minyak Kita. Menurutnya khusus minyak goreng curah ada sekitar 20 ton yang masuk setiap hari.

“Yah aman-aman kalau untuk daerah Gowa, karena kita lihat sendiri tadi kan masih banyak minyak curah, terus kalau Minyak Kita sendiri kita kan ada kirim keluar kota juga. Tapi kalau untuk pakai sendiri aman, kita juga punya toko untuk mengecer,” kata Novi.-