BARRU, UJUNGJARI— Kehadiran Bupati Barru Suardi Saleh peresmian Madrasah Diniyah Awaliyah ( MDA) DDI Lembae. Tidak hanya melakukan pengguntingan pita untuk pemanfaatan sarana pendidikan agama islam di Kelurahan Coppo Kecamatan Barru, Senin (16/1).
Tetapi lebih dari itu, Suardi juga memberikan harapan bahwa kehadiran MDI DDI di Lembae ini diharapkan menjadi spirit pendidikan untuk membentuk karakter moral keislaman bagi generasi muda di Lembae.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelum peresmian MDA DDI ini, diawali dengan pembacaan doa oleh Pimpinan Pondok Pesantren DDI Mangkoso Prof DR HM Faried Wajdy, MA dan penyerahan Akta Wakaf dari Keluarga Besar H.Syahabuddin kepada Pihak Kementerian Agama serta penyerahan berita acara serah terima MDA Lembae dari Suardi Syam selaku ketua pembangunan kepada Kepala Sekolah H.Irham. S.Pd.
Turut dihadiri, Unsur Forkopimda, Anggota DPRD Barru Arifai Muin dari PDIP dan H.Mursalim dari Nasdem, Mewakili Kementerian Agama, Kabag Kesra Barru, Camat Barru, Danramil, Polsek Barru, Lurah Coppo, Baznas, Wakif Kel.H.Syahabuddin, Pengurus MDA Lembae.
“Kita patut bersyukur karena kita bisa hadir berkumpul dalam rangka peresmian MDA Lembae yang telah lama diimpikan pada hari ini,” ujar Suardi.
Dikatakan Bupati dua periode ini. Pembangunan gedung ini tak terlepas peran semua pihak. “Ada yang menyumbangkan pikiran, tenaga bahkan materi dan yang sebenarnya yang lebih penting adalah kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan Agama,” ucapnya.
“Pemerintah Kabupaten Barru di samping memberikan bantuan pembangunan juga terus mendorong perkembangan dan peningkatan mutu madrasah, sebagaimana telah dirintis oleh para Founding Father masa lalu,” imbuhnya.
Tujuan madrasah didirikan untuk memberikan kontribusi berarti bagi pembangunan bangsa, terutama dalam pembentukan karakter moral keislaman generasi muda.
Pimpinan Pondok Pesantren DDi Mangkoso Prof Dr Faried Wajedy sekaligus Ketua MUI Barru menyampaikan, yang paling kaya nanti itu diakhirat adalah orang yang membantu pembinaan di sekolah madrasah dan orang yang memberikan tempat untuk sarana pendidikan agama.
“Contoh yaitu, mengajarkan berwudhu saja bagi siswa madrasah sudah pasti mendapatkan pahala. Bukan hanya anak-anak tetapi gurunya juga,” kata AGH Faried.
“Luar bisa pahala itu seperti multilevel tapi yang telah memberikan andil pembangunan madrasah,” ujarnya.
Diketahui Wakaf Pembangunan MDA DDI Lembae dari keluarga H.Syahabuddin yang berdiri diatas tanah seluas 270 m/2 dan 3 RKB lama. Proses pembangunan Gedung MDA Lembae ini berlangsung selama 1,5 tahun dengan bantuan donatur.( Udi)