GOWA, UJUNGJARI.COM — Angin kencang yang terjadi sejak Selasa dan Rabu (3-4/1) menyisakan 23 rumah warga rusak. Rerata kerusakan pada atap rumah warga. Atap seng diterbangkan dan jatuh hingga puluhan meter dari rumah awal.

Berdasarkan data dari Pemerintah Desa Pallangga, Kecamatan Pallangga, angin kencang yang terjadi Rabu (4/1) pukul 01.00 Wita merusak 9 unit rumah warga masing-masing 5 rumah di Dusun Tompogammang dan 4 rumah di Dusun Kampung Parang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara rumah rusak yang disapu angin kencang pada Selasa (3/1) pukul 07.00 Wita sebanyak 14 (13 rumah dan 1 masjid) di Dusun Pallangga, Dusun Bontorea dan Dusun Palangiseng.

Kepala Desa Pallangga Amrah kepada BKM, Rabu pada pukul 17.00 Wita mengatakan saat ini pihaknya masih terus mencari dan mendata rumah-rumah warganya yang kemungkinan belum terlapor. Namun kata Amrah, data sementara selama bencana angin melanda dua hari ini sebanyak 23 rumah terdampak.

“Kami sudah melaporkan data rumah terdampak angin kencang ini ke pak Bupati Gowa dan juga ke Dinas Sosial. Rumah yang rusak rerata pada bagian atap. Ada yang hanya sengnya yang hilang diterbangkan angin, ada juga yang hilang atap seng dan rangkanya. Saat ini kami masih mendata, apalagi pasca terjangan angin kencang kemarin, hari ini masih ada rumah yang dihempas angin. Semoga setelah ini tidak ada lagi bencana angin kencang maupun banjir dan sebagainya, ” kata Amrah.

Pasca memantau bencana angin kencang kemarin dirinya bersama aparat desa terus menyasar rumah-rumah warga. Alasannya jangan sampai ada rumah warganya yang terdampak angin kencang luput dari pemantauannya.

Dari sekian banyak rumah yang rusak ini, beberapa warga yang rumahnya tak ada lagi atap untuk berteduh dari hujan harus mengungsi. “Mereka mengungsi ke rumah tetangga dan keluarga terdekatnya, ” kata Amrah.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gowa Ikhsan Parawansa yang dihubungi terkait cuaca ekstrem saat ini mengimbau masyarakat baik yang berada di tempat aman apalagi yang berada di wilayah rawan potensi banjir, longsor maupun angin kencang untuk selalu waspada.

“Kondisi cuaca saat ini sangat ekstrem karena itu diimbau agar seluruh masyarakat senantiasa berhati-hati dan selalu waspada apalagi hujan mengguyur deras disertai angin kencang. Potensi pohon tumbang juga sangat rawan sehingga diimbau agar masyarakat selalu waspada saat berada di jalan raya dan diminta tidak berteduh di bawah pohon jika kondisi sedang ekstrem, ” kata Ikhsan. –