JAKARTA, UJUNGJARI.COM — Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan akhirnya menagih pihak Cimory (Cisarua Mountain Dairy) untuk segera melakukan eksyen pembangunan destinasi wisata dan kawasan pabrikan susu sapi Cimory di Kabupaten Gowa yang nantinya brandnya bernama Malino Milk (susu Malino).

Hal itu dilontarkan Bupati Adnan secara langsung kepada Dadang Suryana, Manager Farm PT Sumber Citarasa Alam (anak perusahaan PT Cimory) saat berkunjung ke Dairy Land pusat wisata milik Cimory di kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (13/12) siang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Gowa yang datang didampingi Kadis Kominfo Statistik dan Persandian Kabupaten Gowa Arifuddin Saeni ini mengatakan secara pribadi, dirinya datang ke Cimory untuk bertemu dengan management perusahaan produsen susu Cimory terbesar di Indonesia ini untuk menanyakan dan membicarakan progres terkait investasi yang akan dilakukan Cimory di Kabupaten Gowa.

“Alhamdulillah kemarin sampai dengan sebelum saya berangkat ke tempat ini, saya pernah menerima kunjungan management Cimory beberapa minggu lalu saat ke Gowa. Jadi pihak Cimory menyampaikan jika mereka ingin lahan rencana investasi itu dibeli langsung jadi bukan status hak pakai,” kata Adnan.

Cimory kata Adnan berkeinginan memiliki lahan itu secara paten sebab, management tidak mau jika statusnya tanah pemerintah makanya, Cimory akan beli.

“Kenapa Cimory menginginkan membeli lahan itu sebab takutnya nanti ada kebijakan lain tiba-tiba muncul. Jadi nantinya lahan bakal investasi Cimory tersebut akan murni dimiliki Cimory. Kemarin sudah dicek semuanya serta telah berkoordinasi BPN dan telah selesai semuanya. Dan sekarang kita berkolaborasi, salah satu komitmen Pemkab dengan Cimory adalah membuat jalan aspal keatas, ” papar Adnan.

Komitmen membangun jalan ini ada, karena menurut Adnan, di bakal kawasan lokasi destinasi wisata dan pabrikan susu Cimory di Kecamatan Parangloe dengan berlatar panorama Waduk Bilibili ini, masih ada tanah masyarakat didalamnya, sehingga dua pihak ini akan komitmen membangun jalan aspal yang lebih bagus.

“Sekarang kita tinggal menanyakan komitmen Cimory kapan mulai membangun dan kapan selesai dibangun,” kata Adnan dihadapan Dadang dan staff management Cimory lainnya.

Diakui Adnan, untuk investasi Cimory ini, pihak Pemkab Gowa telah mengurus semua, termasuk lahan bahkan termasuk tanah garapan yang sudah digarap beberapa tahun sudah diberikan rekomendasi dan sertifikat yang sekarang sisa proses akan diterbitkan oleh BPN Gowa.

Sementara itu Manager Farm PT Sumber Citarasa Alam Dadang Suryana yang mengatakan untuk luas lahan yang saat ini baru 4,2 hektare yang diambil dari rencana luasan kurang lebih 6 hektare.

” Terkait pembangunannya akan dibangun secepatnya, semoga Januari sudah mulai berjalan. Minimal delapan-sembilan bulan berjalan sekitar September atau Oktober selesai. Kita coba juga memberdayakan masyarakat setempat, artinya dengan tetap mengedepankan kearifan lokal. Warga setempat akan dicari menjadi pekerjanya,” papar Dadang.

Diakui Dadang, rencana investasi Cimory ini akan menggunakan tenaga kerja dan hampir 80 persen akan memakai tenaga lokal.

” Konsepnya nanti akan seperti Cimory Dairy Land di Bogor. Ada wisata mini zoo, ada resto dan akan kerjasama dengan Pemkab Gowa mengenai susunya yang akan dibuat Mini Factory. Produk susu ini nanti dinamai Malino Milk dan kita sudah buatkan brand,” kata Dadang lagi.

Total investasi yang akan dipakai sebesar 15-20 miliar rupiah. Alasan Dadang memilih Gowa sebagai investasi Cimory luar Jawa karena melihat prospek destinasi wisatanya dan masyarakatnya banyak.

“Makanya akan dibuat di poros Malino yakni di Parangloe, targetnya karena mau gaet orang Gowa, Makassar dan Malino. Kami mau sasar kalau mereka ini bisa makan siang nanti di Resto Cimory ini. Pokoknya bisa berwisata nanti disitu,” tambah Dadang.-