GOWA, UJUNGJARI.COM — Seorang perempuan ditemukan tewas dengan bersimbah darah pada bagian kepalanya. Tubuhnya ditutupi kain bermotif serupa seprei. Perempuan itu bernama At (27) asalnya dari Maccopa Maros.
At ditemukan tewas dalam rumah yang selama ini ditempati tinggal di Gowa yakni di Jl Syekh Yusuf V, Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Perempuan yang masih lajang ini ditemukan Kamis (3/11/2022) sekira pukul 15.00 Wita oleh warga sekitar. Dia ditemukan tewas dengan posisi setengah telungkup di lantai kamarnya. Rumah yang ditempatinya adalah milik temannya, TY yang merupakan temannya sewaktu kuliah dulu di Nusantara Jaya Daya, Makassar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
TY sendiri adalah bos At. Selama berada di Gowa, At bekerja sebagai karyawan BRILink yang menjadi usaha TY. Lokasi kedai BRILink TY berlokasi di Jl Daeng Tata di batas Gowa-Makassar.
Tidak ada yang tahu apa penyebab kematian At, yang jelas dalam kamar tersebut, At terlihat berdarah di bagian kepalanya dan tubuhnya ditutupi kain semacam seprei warna coklat putih. Saat ini pihak Kepolisian Resort (Polres) Gowa tengah menyelidiki kasus ini. Sementara sekitar pukul 15.30 Wita mayat At dibawa ke RSU Bhayangkara Makassar untuk kepentingan penyelidikan.
Rumah dimana korban ditemukan tewas itu adalah milik TY. Korban sendiri diketahui menetap di rumah tersebut sudah berjalan empat bulan. Korban At datang ke Gowa karena diajak TY temannya, dijadikan karyawan lalu diberi tempat tinggal di rumah TY (TKP).
Tak ada yang tahu kapan At meninggal sebab tidak ada yang lihat termasuk pemilik rumah TY dan dua orang lainnya yakni suami TY maupun ibu TY.
Polisi dari Satreskrim Polres Gowa telah melakukan olah TKP bersama tim Inafis dan Dokpol. Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Burhan saat dimintai konfirmasinya di TKP hanya berkomentar singkat.
” Tentang kondisi korban dan lainnya kita akan lakukan penyelidikan. Kita belum tahu apa penyebab. Itulah yang akan kita periksakan semua. Nanti kita jelaskan lebih mendalam lagi yah,” jawab Kasat Reskrim.
Ditanya tentang motif tewasnya korban, AKP Burhan tetap mengatakan tunggu hasil penyelidikan. Dia juga hanya mengatakan baru akan meminta keterangan sejumlah saksi baik pemilik rumah, penghuni rumah serta beberapa orang di sekitar TKP.
“Sementara kita mau mintai keterangan pemilik rumah dan lainnya termasuk keluarga korban sendiri. Kita akan selidiki dulu. Kita belum tahu pasti siapa-siapa yang tinggal di rumah tersebut. Kita masih melakukan penyelidikan, ” papar AKP Burhan kepada sejumlah media di TKP.
Sementara itu ibu pemilik rumah bernama AN menjelaskan jika di rumah itu hanya korban At yang tinggal sendirian. Anaknya maupun menantunya yakni TY tinggal di Jl Dg Tata tempat usaha BRILink yang ditempati korban bekerja selama ini.
“Saya sudah empat hari tidak ke rumah ini karena saya di Jl Dg Tata sama anak saya dan menantu saya (TY). Saya tidak tahu menahu kejadian apa yang menimpa korban. Dia (korban) sudah menempati rumah saya ini sekitar tiga bulanan. Dia adalah teman menantu saya. Suami TY itu adalah anak saya. TY menantu saya. Korban menempati rumah saya ini tanpa sewa karena dia teman menantu saya. Jadi siapapun yang mau tinggal di rumah ini saya persilahkan saja termasuk korban, ” papar AN, ibu mertua TY.
Terpisah ayah korban, Rah (57) yang segera datang dari Maros setelah menerima kabar dari suami TY mengaku kaget mendapatkan informasi anaknya yang kedua dari tiga putrinya tiba-tiba ditemukan tewas mengenaskan dalam kamar tempat tinggalnya.
“Saya dapat kabar setelah tadi sore ditelpon sama pak tentara yg punya BRILink ini. Kebetulan, pemilik BRI Link itu adalah juga anggota TNI sama dengan saya, cuma saya sudah purnawirawan. Anak saya menetap di Gowa sudah sekitaran empat bulanan. Kebetulan dia dan pemilik BRILink itu berteman. Mereka sama-sama alumni di Nusantara Jaya di Daya. Anak saya itu tinggal di sini karena dipanggil sama temannya itu untuk bekerja di BRILink temannya dan tinggal disini,” kata Rah.
Diakui Rah, nomor ponsel anaknya tidak aktif lagi sejak Rabu kemarin mulai jam tiga sore. Menurut Rahman berdasarkan sepengetahuannya ada tiga orang yang tinggal di rumah tersebut yakni TY teman anaknya, lalu suami TY dan ibu mertua TY yang bernama AN atau akrab disebut Puang Nanna.
” Sebelum meninggal terakhir saya ketemu Senin lalu, karena barusanka datang itu hari. Tapi setelah itu, saya tidak pernah terima telponnya lagi sampai hari ini ditemukan sudah meninggal. Anak saya ini pendiam. Anak saya tidak pernah cerita punya masalah. Dia pendiam, biar di rumah dia jarang keluar, ” ungkap ayah korban yang tinggal di Maccopa, Maros.
Dari sejumlah foto korban yang beredar terlihat darah keluar pada bagian kepala. Mayat At tersebut ditutupi kain. Ada yang mengatakan kain selimut ada juga bilang daster atau seprei. Posisi korban berada di samping tempat tidur dengan menghadap ke bawah atau setengah telungkup.
Polisi langsung memberikan police line di area rumah sebagai TKP. Tak satupun warga dibiarkan mendekat di rumah tersebut kecuali aparat Kepolisian yang tengah melakukan olah TKP dan mencari bukti-bukti untuk mengungkap siapa pelaku. –