MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Sejumlah warga mengeluhkan pengelolaan asrama pekerja milik Disnaker Provinsi Sulsel, di Jl Kapasa Raya, Kelurahan Kapasa Raya, Kecamatan Tamalanrea, Makassar.
Warga mengaku resah dan sangat terganggu dengan maraknya tindak kriminal dalam asrama tersebut. Kasus terakhir, aksi perang kelompok dan pembusuran yang melibatkan oknum warga asrama Disnaker.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami warga sekitar asrama sangat terganggu. Hampir setiap malam warga asrama minum-minum (Mabuk minuman keras), dan kerap terjadi perkelahian di dalam asrama. Baru-baru ini, terjadi lagi pembusuran. Kami minta Kadisnaker bertindak tegas, kalau perlu evaluasi pengelola asramanya, karena tidak bisa mengatasi gejolak yang sering terjadi di dalam asrama,” kata Haeruddin (56) salah satu tokoh masyarakat setempat.
Ia menyebut bebarapa tindak kriminal yang kerap melibatkan oknum penghuni asrama Jamsostek (Disnaker), seperti aksi curanmor, perjudian, perkelahian hingga pembusuran. Selain itu, juga sering terjadi kumpul kebo (Mesum) dalam asrama.
“Ini sangat meresahkan, kami warga sangat tidak nyaman. Makanya, kami warga Kapasa Raya akan menggelar aksi demo, mendesak pihak Disnaker agar turun tangan melakukan pembenahan dan evaluasi pengelola asrama,” ujarnya.
Herman (44), warga Kapasa Raya lainnya mengaku, sangat terganggu dengan maraknya tindak kriminal dalam asarama Jamsostek Disnaker Sulsel. “Berapa kalimi terjadi keributan dalam asrama. Bahkan, sering terjadi busur-busur dalam asrama. Ironisnya, mereka melibatkan dan mengundang orang luar untuk melakukan perang kelompok,” kata Herman.
“Di dalam asrama juga sering terjadi curanmor, perjudian, mabuk-mabukan, dan perbuatan mesum. Ini harus diberantas, pengamanan asrama harus diperbaiki dan diperketat,” pungkasnya.
“Dulu waktu ada satuan pengamanan, asrama itu aman tertib dan damai. Nanti setelah satuan pengamanan dibubarkan, tindak kriminal mulai marak bahkan hampir setiap malam terjadi kerusuhan dalam asrama,” ketusnya.
Kepala Disnaker Provinsi Sulsel, Ardilles Assegaf yang dikonfirmasi terkait hal tersebut berjanji akan memperbaiki dan mengevaluasi pengelolaan asrama di Kapasa Raya.
“Terima kasih informasinya, nanti saya turun langsung dan memanggil pengelola asrama. Saya akan evaluasi sistem pengelolaan asrama termasuk memperbaiki pengamanan asrama. Iya kami segera rapatkan, dan melibatkan lurah dan RT RW setempat,” kata Ardilles Assegaf.
Ia mengaku selama ini belum pernah menerima laporan terkait beberapa tindak kriminal yang terjadi di asrama. “Tidak pernah saya dengar itu (Keributan) di dalam asrama. Yang terakhirji saya dapat laporan dari pengelola, ada pembusuran. Kalau kejadian-kejadian sebelumnya saya tidak tahu,” jelas Ardilles. (drw)