BARRU,UJUNGJARI— Peristiwa banjir kembali melanda  kelurahan Takkalasi kecamatan Balusu kabupaten Barru. Ratusan pemukiman penduduk mulai dikepung banjir dan warga merasa khawatir jika Tim Kampung Siaga Bencana( KSB) terlambat melakukan upaya evakuasi, namun kekhawatiran para warga justru terbayar setelah tim tersebut langsung tiba di lokasi banjir untuk melakukan proses evakuasi terhadap korban banjir.

Tetapi jangan panik dulu karena hal ini hanya merupakan bagian dari proses simulasi yang dilakukan para pengurus dari Tim Kampung Siaga Bencana dalam penanganan korban banjir yang dilaksanakan saat pencanangan Kampung Siaga Bencana( KSB) dan pengukuhan pengurusnya yang dipimpin Sekda Barru Abustan, Sabtu(17/9) di lapangan kelurahan Takkalasi kecamatan Balusu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Simulasi ini merupakan bahagian dari pencanangan Kampung Siaga Bencana(KSB) dan pengukuhan pengurus KSB agar disaat bencana benar-benar terjadi, maka tim KSB ini bisa lebih tanggap dan lebih cepat dalam melakukan upaya penyelamatan kepada para korban bencana seperti dalam peristiwa banjir.

Hadir dalam pengukuhan pengurus dan pencanangan Kampung Siaga Bencana ini. Diantaranya Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos, Drs. H. Iyan Kusmadiana,MPS,Sp, Kepala dinas sosial Provinsi Sulsel Drs. H. A. Irawan Bintang, MT , Ketua DPRD Barru, Lukman, T,  unsur forkopinda, para Kadis Sosial kab/kota, para aggota DPRD, para staf ahli, para Asisten, Kepala OPD, Camat, Baznas, PMI, lurah/kades dan tagana.

Acara ini diawali dengan penampilan sanggar seni Colliq Pujie  tarian makkebu lopi dan pembacaan doa, serta penyerahan lumbung sosial.

Sebelum dilakukan Pengukuhan kampung siaga bencana kabupaten Barru di lapangan Takkalasi, dilakukan pembacaan sikap kesiagaan bencana oleh peserta pengukuhan yang dipimpin oleh Camat Balusu.

Selain itu dalam agenda tersebut Tim Tagana menyerahkan Penghargaan  kepada UPTD SD 176 Barru  dan UPTD 72 Barru.

Sekretaris Daerah( Sekda) Barru, Abustan yang mewakili Bupati Barru mengucapkan rasa syukur atas kehadirat Allah SWT, sehingga bisa hadir dalam acara Kampung Siaga Bencana.

“Alhamdulillah  pelaksanaan kegiatan ini berlangsung sukses karena dipersiapkan selama 7 hari dengan garansi Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulsel beserta tim yang ada di kabupaten Barru” ujar Abustan.

Abustan juga menyampaikan permohonan maaf karena Pak Bupati Barru  tidak sempat hadir dan menitip salam ke Pak Direktur. Saat ini kita jalin komunikasi dengan pihak Kementerian Sosial dan melalui tempat ini, kami titip dua lumbung sosial dan segera akan dibawa langsung Kadis Sosial ke Jakarta.

Sekda juga memperkenalkan luas wilayah Kabupaten Barru dan jumlah Desa serta Kecamatan. Semua berpotensi bencana karena masing-masing dari wilayah itu memiliki kawasan hutan, sehingga potensinya kalau satu pohon saja ditebang akan mengalirkan volume air yang begitu banyak. Bagaimana kalau 25 pohon yang ditebang, tentu bisa sampai jutaan kubik air yang mengalir.

Wilayah kecamatan yang paling rawan itu di Balusu kalau tergenang sudah dipastikan akan banjir. Apalagi di kecamatan ini ada beberapa wilayahnya yang rawan terjadi longsor.

Masih diacara tersebut. Sekda  juga menginformasikan bahwa lokasi lumbung sosial tidak hanya di Mallusetasi, Balusu tetapi Bapak Bupati menitipkan harapan bahwa wilayah Kota juga perlu ada lumbung sosial.

Pemkab Barru juga melalui Sekretaris Kabupaten Ini ikut memperkenalkan Baznas yang banyak berkonstribusi kalau ada bencana. Jumlah pemasukan Baznas setiap tahunnya mencapai dua puluh miliyar.

Kita patut bersyukur karena di Barru ini kalau ada bencana  Baznas.selalu menjadi garda terdepan dalam mendistribusi bantuan kepada korban bencana. Begitu pula dengan adanya peran dari berbagai organisasi yang selalu aktif dalam penanggulangan bencana seperti Destana, Tagana, Pramuka Peduli, PMI, Satgas Covid. 

Harapan Sekda kepada semua pihak agar jangan hanya datang saat simulasi saja. Tetapi kepedulian dan tindakan nyata harus benar-benar dibuktikan ketika ada bencana.

Berdasarkan indeks kerawanan bencana. Barru yang paling tinggi karena mencapai score seratus. Untuk itu kita selalu meningkat kewaspadaan bencana yang terjadi.

Dua tahun lalu pernah BMKG memprediksi Sulsel akan banjir ternyata betul-betul terjadi. Kita sekarang berada di bulan September berarti melalui KSB untuk lebih meningkatkan kewasdaan sebelum terjadinya bencana.

Sementara itu Direktur Perlindungan Sosial Kementerian Sosial, Iyan Kusmadiyana, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Kampung Siaga Bencana yang persiapannya hanya 7 hari.

“Syukur Alhamdulillah pelibatan semua pihak sehingga acara KSB ini bisa terselenggara dengan baik. Kampung siaga Bencana Menjadi tugas kita bila betul-betul terjadi bencana.

Apresiasi kami di Sulsel khususnya di Barru melalui kegiatan  KSB menjadi meriah dan sebelum terjadi bencana,” kata Iyan.

Ditambahkan Iyan Kusmadiana. Tujuan didirikannya lumbung sosial itu tak lain untuk mendekatkan buffer stock di tiap daerah yang dianggap rawan terjadi bencana alam.

“Dengan demikian, ketika terjadi bencana, logistik dapat segera disalurkan kepada warga yang terdampak sebelum bantuan masuk dari luar,” tambahnya.( Udi)