PANGKEP, UJUNGJARI— Status Sultan Abdul Rahman sebagai anggota DPRD Pangkep berada diujung tanduk. Legislator PDIP ini terancam diberhentikan, setelah putusan Mahkamah Agung turun dengan menerbitkan masa hukuman penjara 1 tahun 6 bulan.

Putusan MA ini memperkuat hasil banding Sultan ke PT yang menetapkan vonis penjara 1 tahun 6 bulan kepada penyebar video asusila tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua DPC PDIP Abdul Rasyid saat dikonfirmasi, Minggu(14/8) menyatakan masalah yang menimpa Sultan Abdul Rahman sudah diserahkan ke DPD PDIP Sulsel.

“Pihak DPC PDIP Pangkep tidak memiliki kewenangan dengan adanya putusan terakhir dari Mahkamah Agung. Untuk soal masa depan Sultan di partai merupakan keputusan pihak DPD PDIP Sulsel,” ujar Rasyid.

Rasyid yang juga legislator di DPRD Pangkep ini tak menampik jika petikan putusan Mahkamah Agung( MA) sudah diterima pihak DPRD Pangkep.

“Hasil putusan MA sudah sampai ke DPRD dan sekarang rekan kami Sultan sudah menjalani proses hukum di Rutan Kelas II B Pangkep,” terangnya.

Ditambahkan Rasyid jika keputusan soal status Sultan ada ditangan DPD PDIP Sulsel. Tetapi jika ada keputusan pemberhentian, maka akan dilanjutkan dengan pengajuan proses pengganti antar waktu( PAW).

“Berdasarkan aturan jika terjadi PAW di DPRD. Tentu sebagai calon PAW akan menggantikan legislator yang diberhentikan dan sebagai penggantinya adalah caleg nomor urut berikutnya. Untuk dapil satu dibawah namanya Sultan Abdul Rahman adalah H Kamil,” kata Rasyid menambahkan.( Udi)