MAKASSAR,UJUNGJARI.COM–Masyarakat diminta tetap menjaga imunitas dan menerapkan protokol kesehatan di ruang publik. Soalnya, pandemi covid-19 belum berlalu. Bahkan beberapa hari terakhir ini, tren kasus positif di Indonesia terus bertambah dengan varian baru omicron BA4 dan BA5.
Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar, dr Wachyudi Muchsin, M.Kes mengatakan musim pancaroba saat ini juga memungkinkan orang makin mudah terserang penyakit-penyakit tertentu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Seseorang yang tidak sedang berada pada kondisi fit akan mengalami penyakit penyerta yang biasa datang bersamaan dengan musim pancaroba seperti saat ini,” kata dr Wachyudi.
Yudi menambahkan tubuh seseorang dapat terserang penyakit di musim pancaroba ditambah pandemi covid-19 yang masih ada. Tubuh dipaksa untuk terus beradaptasi dengan kondisi cuaca yang sedang terjadi.
Dengan demikian, kata dia melakukan persiapan dengan meminum vitamin, berolahraga, dan mencukupi kebutuhan gizi dalam tubuh serta tetap protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan harus terus dilakukan agar tidak terserang berbagai penyakit.
Menurut dia, penyakit yang rentan saat musim pancaroba seperti ini adalah flu yang gejalanya berupa hidung tersumbat, hidung berair, bersin, batuk, gangguan penciuman, gangguan pengecapan, demam, nyeri tenggorokan, nyeri otot dan persendian, nyeri kepala, dan pusing.
“Bahkan bisa sampai sesak dan muncul beragam keluhan lainnya. Di sini juga perlu dirapid antigen atau swab PCR agar segera diketahui apakah flu biasa atau terpapar covid-19,” katanya lagi.
Penyakit demam berdarah juga sering mewabah di musim pancaroba. Hal ini dapat terjadi karena nyamuk lebih mudah untuk berkembang biak ketika musim hujan dan cuaca yang lembap.
“Gejala yang kerap muncul adalah demam tinggi, sakit kepala parah, nyeri otot dan sendi, lemas, mual, muntah, ruam kulit, serta mimisan,” kata Yudi.
Namun, hal yang perlu diwaspadai adalah komplikasi dari DBD, yaitu perdarahan berat, syok, hingga kematian sehingga segera perlu melakukan pemeriksaan laboratorium darah selain itu penting untuk mencegah perkembangan populasi nyamuk. Hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan 3M Plus, yaitu dengan menguras dan menutup tempat penampungan air serta sebisa mungkin mendaur ulang barang bekas imbuh dokter yang juga ketua kempo kota makassar ini.
Lanjut dokter yudi selain itu perlu diwaspadai Salah satu penyakit yang sering terjadi saat musim pancaroba adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) seperti batuk, pilek, influenza, dan bronkitis. ISPA paling sering disebabkan oleh virus dan ditularkan melalui percikan air liur saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin.
Jika dibandingkan dengan orang dewasa, ISPA lebih rentan dialami oleh balita, sebab sistem imun tubuhnya belum terbentuk sempurna untuk merespons dan melawan infeksi dengan baik. Selain balita, lansia dan orang dengan gangguan imun juga berisiko tinggi mengalami infeksi ini.Gejala yang biasanya timbul adalah hidung tersumbat, sakit tenggorokan, badan lelah, demam, pusing, hingga sesak napas.
“Sebenarnya, infeksi ini bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, untuk beberapa kondisi, ISPA juga berisiko menimbulkan komplikasi seperti pneumonia,” tambah Kabag Humas dan Kerjasama Universitas Islam Makassar ini.
Dengan mengetahui beberapa penyakit penyerta di musim pancaroba, diharapkan masyarakat bisa melakukan berbagai tindakan preventif, agar dapat tetap melakukan aktivitas dengan sehat selama musim pancaroba di tengah pandemi covid-19 belum berlalu dengan cara menjaga badan tetap fit dan mengkonsumsi makanan sehat.
Makanan yang sehat dan bergizi seimbang mengandung karbohidrat, protein, dan lemak. “Jangan lupakan sayur dan buah karena sumber makanan kaya akan antioksidan. Senyawa ini dapat mengoptimalkan fungsi sistem kekebalan tubuh untuk melawan dan menangkal penyakit,” katanya.
Yang tidak kalah pentingnya, kata Yudi adalah rutin berolahraga. Usahakan setiap hari durasi 30 menit atau minimal lima kali dalam seminggu. Olahraga teratur dapat membantu mengoptimalkan sistem kekebalan dan fungsi tubuh secara menyeluruh di barengi istrirahat yang cukup membuat sel sistem kekebalan tubuh beregenerasi dengan efektif sehingga fungsinya untuk melawan dan menangkal penyakit juga ikut maksimal sebab terbentuk antibody alami.
“Jangan lupa untuk tetap mengikuti protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi lengkap untuk membentuk Herd immunity atau kekebalan kelompok di tengah masyarakat,” katanya. (pap)