Site icon Ujung Jari

Wabup Gowa dan Petani di Julupamai Tanam Perdana Padi Organik, Enam Desa Jadi Percontohan

GOWA, UJUNGJARI.COM — Seluas 15 hektare (Ha) lahan persawahan di Desa Julupamai dijadikan lahan ujicoba padi organik. Ada sekira 100 hektare lahan di beberapa desa di Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa dijadikan percontohan.

Kamis (12/5) kemarin, lahan ini mulai diujicoba ditanami pagi organik dan disaksikan Wabup Gowa Abd Rauf Malaganni bersama Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Sugeng Priyanto serta Camat Pallangga Muh Taufik, Pemerintah Desa Julupamai dan petani setempat.

Lahan percontohan padi organik ini dikelola dan dikerjasamakan dengan Holding Company Gowa Mandiri, perusahaan daerah milik Pemkab Gowa. Dalam pengembangan ini, seluas 15 hektar tanah sawah dari 100 hektar milik masyarakat Julupamai sebagai percontohan padi organik.

Secara umum padi organik dan padi konvensional berbeda. Perbedaan ada pada cara penanganan dan juga hasil panen.

Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Malaganni berharap, dengan adanya kerjasama ini Pemerintah Kabupaten Gowa dapat memenuhi stok kebutuhan beras yang ada di Kabupaten Gowa maupun kebutuhan beras nasional. Pengembangan padi organik ini dilakukan bertahap di Gowa dan akan dilakukan merata di seluruh desa.

” Mungkin ada yang bertanya mengapa harus padi organik, bisa kita ketahui bahwa dengan padi organik kita dapat menjaga lingkungan, ekosistem bahkan biaya pemeliharaan yang murah, mudah dan yang paling utama sehat untuk dikonsumsi,” kata Wabup Gowa.

Yang terpanting kata Wabup adalah bagaimana konsep organik ini lebih menguntungkan petani yang ada di Gowa. Percontohan padi organik ini tambah Rauf, dilakukan perdana pada enam desa pada dengan luasan total 100 hektare. Masing-masing sebut Rauf di Desa Julupamai 15 Ha, Desa Panyangkalang 5 Ha, Panakukang 23 Ha, Lempangan 50 Ha, Manjalling 5 Ha, kemudian Biringala’ 3 Ha.

“Kalau padi konvensional itu menggunakan pupuk yang mengandung bahan kimia kalau padi organik tidak menggunakan bahan kimia artinya dari segi pertimbangan kesehatan sangat baik demikian halnya pada pertimbangan hasil panen, tentu jauh lebih melimpah jika dibandingkan dengan padi konvensional,” sebutnya.

Keuntungan petani mengembangkan padi organik yakni karena bisa memproduksi pupuk sendiri bisa. Sehingga diyakinkan petani untuk mengubah mentalitasnya bertani khususnya dari padi konvensional ke padi organik karena hasilnya sangat luar biasa.-

Exit mobile version