GOWA, UJUNGJARI.COM — Pemerintah Kabupaten Gowa memastikan harga dan stok bahan kebutuhan pokok aman dan terkendali baik jelang Ramadan maupun selama bulan suci berjalan.
Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Malaganni berharap harga dan ketersediaan kebutuhan pokok selama Ramadan aman dan terjaga bahkan hingga Idul Fitri pada Mei mendatang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita berharap harga dan stok kebutuhan pokok untuk masyarakat di Kabupaten Gowa ini khususnya jelang Ramadan atau selama bulan suci Ramadan hingga Idul Fitri tetap terkendali baik dari segi harga maupun ketersediaannya,” kata Wabup Gowa.
Olehnya itu, dirinya meminta TPID Gowa untuk terus melakukan pemantauan harga dan segera melakukan antisipasi jika terjadi gejolak lonjakan harga.
“Sehingga konsumen bisa menjangkau bahan pangan dengan harga terjangkau. Lakukan koordinasi dan kerjasama antar daerah dengan BUMN seperti Perum Bulog untuk memenuhi kebutuhan komoditas pangan dalam pemenuhan akses dan distribusi pangan,” kata Wabup lagi.
Kestabilan harga dan terjaminnya stok bahan pokok ini didasarkan hasil pemantauan langsung Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Gowa di beberapa pasar, minimarket dan distributor dan agen di wilayah Kabupaten Gowa pada Kamis (31/3) kemarin.
“Setelah kita melakukan pemantauan, Alhamdulillah pada prinsipnya H-2 sebelum Ramadan tidak ada pergerakan harga yang signifikan,” kata Kepala Bagian Perekonomian Setkab Gowa Akbar Mu’in.
Dia menjelaskan bahwa ada tiga pasar yang menjadi lokasi pemantauan, yaitu Pasar Induk Minasamaupa, Pasar Sentral Sungguminasa di Kecamatan Somba Opu dan Pasar Bu’rung-Bu’rung di Kecamatan Pattallassang serta sejumlah distributor dan agen terigu, gula, minyak dan gas LPG. Sedangkan untuk minimarket dilakukan di wilayah Kecamatan Somba Opu dan Pallangga.
“Pada prinsipnya harga-harga masih tetap sama dengan minggu lalu. Kita berharap mudah-mudahan setelah memasuki Ramadan bahkan hingga Idul Fitri harga ini tetap. Walaupun ada pergerakan harga kita berharap masih dalam batas kewajaran,” papar Akbar.
Begitu pun stok kebutuhan pokok yang ada di agen-agen, sampai saat ini tersedia, seperti gula, terigu, dan tabung gas LPG. Begitupun dengan minyak goreng yang akhir-akhir ini dikeluhkan masyarakat.
“Minyak goreng pada prinsipnya sudah tersedia, para penjual tidak lagi kesusahan mendapatkan stok minyak seperti sebelumnya, tapi hanya memang harganya yang meningkat karena adanya pencabutan subsidi,” katanya.
Selain mengecek harga dan ketersediaan kebutuhan pokok, Akbar juga menyebutkan tiga tim yang turun mengecek tanggal kadaluarsa sejumlah kebutuhan pokok di minimarket. Dirinya berharap semua kebutuhan pokok yang dikonsumsi masyarakat khususnya selama Ramadan aman.
“Namun berdasarkan laporan dari tim yang turun di minimarket, mereka tidak menemukan barang yang kadaluarsa. Pengalaman tahun lalu di minimarket banyak barang-barang yang sudah kadaluarsa masih dipajang. Padahal untuk kesehatan Itu sangat berbahaya,” tambahnya. –