MAKALE, UJUNGJARI.COM–Fenomena kelangkaan minyak goreng membuat Komisi II DPRD Tana Toraja melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua pasar tradisional.
Kedua pasar itu adalah Pasar Makale dan dan Pasar Rembon.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hasil pantauan di dua pasar berbeda itu terungkap harga minyak goreng yang berbeda antarkios.
Ketua Komisi II DPRD Tana Toraja, Semuel Pali Tandirerung mengatakan distribusi ketersediaan minyak goreng sudah cukup jelang Ramadan.
Hhlanya saja masih ditemukan perbedaan harga Rp3.000 per liter sesamapengecer, terang Ketua komisi dua DPRD Tana Toraja.
Kata Semuel, di Pasar Makale harga minyak goreng antara Rp25 ribu sampai Rp26 ribu per liter. Namun di pasar Rembon masih melambung hingga Rp70 ribu per liter.
Karena harga masih berbeda jauh di tingkat pengecer, Perindag, Bulog, maupun legislatif hendaknya aktif melakukan pengawasan.
Data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) harga minyak goreng kemasan bermerek 1 secara nasional mencapai Rp 22.100 per kg.
Menurut Semuel, harga minyak goreng kemasan berpotensi mengalami penurunan, sesuai dengan mekanisme pasar yang berlaku.
“Jika minyak gorengnya makin banyak aneka merek, harganya akan menurun sesuai dengan kompetisi dan leveling dari market mereka,” katanya. (agus).