MAKASSAR, UJUNGJARI.COM—Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar masa bakti 2022-2026 resmi dilantik di Hotel Myko Panakkukang. Kamis, 17 Maret malam.

Pelantikan dilakukan Ketua Umum KONI Sulsel, Ellong Tjandra. Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto dan sejumlah pejabat pemkot Makassar ikut hadir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seremoni pelantikan pengurus diawali dengan atraksi sejumlah cabang olahraga. Mulai dari dansa, youngmodo, senam, hingga barongsai. Penampilan atraksi ini sangat memukau dan membuat hadirin terhibur.

Ketua KONI Kota Makassar, Ahmad Susanto dalam sambutannya mengatakan KONI Makassar akan menjadi lokomotif yang menggerakkan perubahan, arah baru, harapan besar, dan cita-cita bersama menuju peningkatan prestasi olahraga di Makassar ke depan.

Ia mengatakan keseriusan pemerintah dalam membangun prestasi olahraga hadir dan tertuang dalam dokumen negara sebagai peta jalan bernama Desain Besar Olahraga Nasional yang disingkat DBON (Deng Buang Onfire) menjadi penyemangat agar performance KONI makin baik.

Menurut Ahmad Susanto, olahraga adalah ekspresi, beranda depan dari prestasi dan kebanggaan. Dari olahraga banyak terlahir hal-hal baik dan banyak terwujud cita-cita besar,” katanya.

“Tidak ada kemajuan sebuah kota tanpa prestasi olahraganya. Tidak ada kemajuan sebuah kota tanpa visi-misi stakeholder olahraganya. Tidak ada kemajuan sebuah kota tanpa kesejahteraan atlet, pelatih, dan seluruh komponen di dalamnya.

Secara khusus Ketua KONI Makassar juga mengapresiasi dukungan dan kepedulian Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto yang begitu besar terhadap pengembangan olahraga. Ini dibuktikan dengan banyaknya program olahraga yang digagas termasuk rencana pembangunan beberapa sarana olahraga modern di Makassar.

Yang cukup ekstrem, kata Ahmad Susanto adalah kebijakan anggaran olahraga yang sangat besar dari Walikota Makassar. “Di awal menjabat dukungan pembiayaan olahraga dari pemkot Makassar hanya Rp500 juta. Kini alokasi anggaran olahraga sudah mencapai Rp27 miliar,” kata Ahmad yang disambut aplaus seluruh hadirin.

Ahmad juga memberi apresiasi kepada seluruh pengurus KONI Makassar periode 2018-2022 dan jajaran pengurus cabang olahraga yang telah berkontribusi besar dalam membangun olahraga di Makassar.

Di bawah kepemimpinan Ahmad Susanto, KONI Kota Makassar, kami akan mewujudkan mimpi Makassar City of Sport dengan lima pilar. Kelima pilar itu adalah sport is passion, sport is solution, one student one sports, sports is achievement, dan sport is destination.

Dari lima pilar itu, ada tiga point yang menjadi fokus utama. Pertama, pembinaan prestasi yang dimulai dari usia dini dan lorong. Kedua, menjadikan olahraga control dan mitigasi sosial, dan ketiga akan menggunakan fasum dan fasos yang tidak produktif untuk dijadikan sport centre mini.

Sementara itu Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto dalam sambutannya menyampaikan kolaborasi dan kekompakan sangat penting dalam membangun prestasi olahraga.

Inti dari olahraga itu menurut walikota adalah kekompakan. “Saya, ini mantan atlet jadi tahu apa itu olahraga. Di saat usia saya masih 16 tahun, sudah berkecimpung di dunia olahraga tepatnya softball, pada usia 17 tahun sudah ikut PON,” jelasnya.

Walikota berharap kepada pengurus baru KONI Makassar agar pembinaan usia dini lebih ditingkatkan. Program olahraga dari hulu ke hilir harus diperbaiki. “Tidak ada prestasi tanpa kompetisi yang benar. Tidak ada prestasi tanpa pembinaan. Tidak ada prestasi tanpa sarana dan prasarana yang bagus,” kata Danny Pomanto.

Punggung Utama KONI Sulsel

Sementara itu, Ketua KONI Sulsel, Ellong Tjandra menyebut KONI Makassar merupakan punggung utama KONI Sulsel dalam melaksanakan dan mendukung pembinaan atlet berprestasi ke depan.

“Kota Makassar merupakan kiblat pengembangan dan pengembangan olahraga di Sulsel. Kota Makassar memiliki fasilitas olahraga yang memadai. Juga merupakan tempat berakumulasinya berbagai sumber daya atlet dari berbagai daerah di Sulsel,” katanya.

Ellong jiga menitipkan pembinaan usia dini kepada pengurus baru KONI Makassar. Ia mengatakan pembinaan atlet junior menjadi sangat penting sebagai penerima estafet kesinambungan peningkatan prestasi atlet Sulsel ke depan.

“Jika sejak dini kita tidak siapkan atlet yang baik, maka kelak akan terjadi stagnasi perolehan atlet yang berprestasi yang akan membawa nama Sulsel dalam berbagai event khususnya pada Pekan Olahraga Nasional,” kata Ellong