MAKASSAR, UJUNGJARI.COM–Ketua Asosiasi Pasar Tradisional Indonesia (Asparindo) Sulsel, Saharuddin Ridwan mengapresiasi program mahasiswa magang di pasar tradisional yang digagas Kementerian Perdagangan dan Kemdikbud.
Saharuddin mengatakan program ini sangat bermanfaat dalam mendorong mahasiswa berwirausaha di pasar. Selain itu mahasiswa juga bisa menggali peluang-peluanh bisnis yang memungkinkan digeluti setelah menyelesaikan studinya di kampus.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini ide cemerlang dari Kemendag dan Kemdikbud. Selain memberi wawasan kepada mahasiswa, program ini juga menggairahkan aktivitas pasar tradisional,” kata Sahar di Makassar, Selasa (1/2).
Mantan Direktur Perseroda Pasar Makassar itu mengajak kampus di Makassar memanfaatkan program ini. Menurut dia banyak pasar di Makassar yang memungkinkan jadi lokasi magang. Apalagi Asparindo kini sedang aktif mendorong digitalisasi pasar termasuk di Makassar.
Seperti diketahui Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, bekerjasama membuat program revitalisasi pasar rakyat melalui skema pemagangan mahasiswa.
Pada tahap awal program, ada 15 kabupaten/kota yang dilibatkan dimana mahasiswa yang terlibat diproyeksikan sekitar 300 orang.
Program pemagangan mahasiswa dengan tujuan revitalisasi pasar rakyat ini bernama Penggerak Muda Pasar Rakyat (PMPR).
Mendag Muhammad Luthfi dan Mendikbudristek Nadiem Makarim secara resmi meluncurkan program tersebut pada Selasa 18 Januari 2022.
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Eko Nurwan mengatakan, dari 15 kabupaten yang dilibatkan dalam program ini, terdapat 60 pasar rakyat yang menjadi sasaran revitalisasi.
Adapun mahasiswa yang mengikuti PMPR akan mendapatkan penyetaraan jam kuliah setara 20 SKS.
Mahasiswa yang mengikuti PMPR akan mendapatkan pelatihan secara komprehensif mengenai pasar rakyat, pendampingan oleh mentor, induksi kerja di lingkungan pasar rakyat serta sertifikat magang dari Kemendag.
“Pasar rakyat memerlukan sentuhan lebih lanjut, terutama dengan juga adanya bantuan dari akademisi dengan menurunkan para mahasiswanya, membantu bagaimana manajemen PR yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional bisa bergerak dengan baik, bisa menerapkan standar manajemen yang sesuai sebagaimana yang telah distandarkan,” ujar Eko.