GOWA, UJUNGJARI.COM — Kegiatan vaksinasi anak terus digencarkan oleh Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Sulawesi Selatan di Kabupaten Gowa. Sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan kekebalan kelompok pada masyarakat Gowa, BINDA pun melakukan berbagai trik untuk memberikan daya tarik kepada anak agar mau vaksin.
BINDA menghadirkan sosok superhero anak-anak yakni Avengers dan Transformers. Cosplay tersebut dihadirkan pada vaksinasi yang diadakan di Kecamatan Somba Opu dan Kecamatan Barombong.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Koordinator Wilayah BINDA Gowa Muh Basri di lokasi vaksinasi anak di Kecamatan Somba Opu, Selasa (26/1/2022) mengatakan adanya dua ikon animasi dihadirkan di kegiatan vaksinasi anak semata untuk memberikan motivasi kepada anak-anak agar mau divaksin.
” Di Gowa kami punya target 5.000 orang anak untuk divaksin. Dari jumlah itu banyak anak yang takut. Nah kita coba melakukan hal ini untuk menarik animo anak agar mau divaksin. Selain menghadirkan dua superhero ini, kami juga menyertakan kegiatan lomba seperti mewarnai, lomba hafalan Alquran dan lomba berhitung matematika, ” papar Muh Basri.
Dikatakannya, adanya inisiatif membuat area vaksinasi selayaknya taman bermain anak agar anak tidak bosan dan jenuh saat menunggu giliran untuk vaksin.
“ Jadi mereka diberikan wahana untuk sibuk bermain sambil menunggu antrean vaksin. Dan ternyata cara ini sangat mujarab, ” jelasnya.
Pelaksanaan vaksinasi anak di Kecamatan Somba Opu dipusatkan di SD Inpres Tinggimae dan di Kecamatan Barombong digelar di SD Bontopajja.
Upaya memaksimalkan vaksinasi anak ini kata Muh Basri sejalan dengan arahan Presiden RI Joko Widodo yang berharap anak-anak bisa terlindungi dari penyebaran covid-19 melalui kegiatan vaksinasi anak di semua kabupaten dan kota.
Terpisah Lisna salah satu orangtua murid di Somva Opu mengapresiasi cara pemerintah melakukan layanan vaksinasi dengan menghadirkan fantasi bermain tersebut.
” Ini sangat bagus untuk menarik perhatian dan minat anak untuk divaksinasi. Waktu anak saya divaksin pertama di SDN Unggulan Paccinongan saya sangat kewalahan membujuk anak saya yang sama sekali tidak mau vaksin. Anak lakilaki saya takut dan trauma dengan suntik-suntikan. Saya hampir putus asa membujuknya, meskipun pada akhirnya anak saya pasrah divaksin dalam keadaan menangis. Kasihan juga tapi yaah mau diapa, demi kesehatan anak saya dan keluarga. Karena itu saya sangat salut dan jempol kepada pelaksana vaksinasi jika menghadirkan superhero yang disukai anak-anak, ” ungkap Lisna kepada media.-