Gowa Diserbu Ratusan Mahasiswa KKN MAS

GOWA, UJUNGJARI.COM — Dalam waktu dekat Kabupaten Gowa akan didatangi sekira 300-an mahasiswa KKN dari 100 perguruan tinggi milik Muhammadiyah dan Aisyiyah dari berbagai provinsi di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

KKN Tematik ini akan berlangsung pada Juli mendatang dengan pengabdian selama 40 hari. Hal tersebut disampaikan Ketua Pengurus KKN MAS Suwarno saat melakukan audiens terkait pelaksanaan KKN MAS ini nantinya kepada Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Malaganni, Senin (17/1/2022) siang lalu.

Kabupaten Gowa memang ditunjuk menjadi lokasi pelaksanaan KKN Tematik MAS) ini berbagai pertimbangan.

Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Malaganni saat menerima kunjungan Pengurus Pusat KKN MAS tersebut di ruang rapat Wakil Bupati Gowa, mwngapresiasi rencana tersebut. Menurut Wabup Gowa, ini akan bermanfaat dan suatu berkah bagi Masyarakat Kabupaten Gowa.

Rauf pun berharap kehadiran mahasiswa KKN Tematik MAS nanti di desa-desa di Kabupaten Gowa akan membawa perubahan dan memberikan ilmu bagi masyarakat sekitarnya.

“Ini sangat luar biasa dan tentu pemerintah dan masyarakat akan menyambut baik mudah-mudahan rencana-rencana kita akan berjalan dengan baik sehingga apa yang kita dapatkan tentu akan bermanfaat baik dari Universitas Muhammadiyah dan Aisyiah dan Pemerintah Kabupaten Gowa,” kata Rauf.

Ketua Pengurus KKN MAS Suwarno menyebutkan KKN ini akan diikuti 1.000 mahasiswa dari 100 Universitas Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Indonesia dan akan ditempatkan di tiga Kabupaten, yaitu Gowa, Maros dan Takalar.

“Jadi setiap kabupaten akan kita tempatkan mahasiswa kurang lebih 300 orang dimana setiap kelompok berisi 10 orang mahasiswa yang nantinya kita akan sebar di 30 desa dan akan berlangsung pada Juli hingga September 2022 mendatang. Jadi mereka akan KKN di Gowa selama 40 hari,” kata Suwarno.

Dirinya menambahkan selama KKN, para mahasiswa akan melakukan berbagai kegiatan. Salah satunya program pemberdayaan masyarakat yang akan menyesuaikan dengan kondisi Kabupaten Gowa.

“Jadi antar kabupaten itu akan berbeda-beda programnya dan juga program Muhammadiyah berbagi, karena ini yang datang para intelektual maka Muhammadiyah berbagi ilmu tekhnologi.Jadi ini merupakan program Muhammadiyah berbagi bersama,” papar Suwarno.-