GOWA, UJUNGJARI.COM — Pemerintah pusat terus berupaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi (AKIB) baru lahir di seluruh pelosok Indonesia. Guna memaksimalkan upaya ini pemerintah pun mendorong United States Agency for International Development (USAID) melalui Program Momentum Private Healthcare Delivery (MPHD) untuk menurunkannya.

Salah satu provinsi yang menjadi pilihan pendampingan untuk program ini adalah Provinsi Sulawesi Selatan. Dan dalam Sulsel ini ada empat kabupaten kota yang jadi pilihan lokus pendampingan yakni Gowa, Bulukumba, Toraja Utara dan Makassar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Malaganni yang menerima langsung audiens dari Tim MPHD USAID Sulsel mengatakan, MPHD yang bertujuan meningkatkan kapasitas daerah dan mendukung pemangku kebijakan untuk menurunkan jumlah kematian ibu dan bayi, sangat membantu Kabupaten Gowa.

“Pada dasarnya, program ini sangat membantu Kabupaten Gowa, dimana di Kabupaten Gowa ini mendukung dan merespon baik. Tentu kita tahu untuk bisa menyelamatkan ibu dan anak itu bisa dilakukan dengan semua pihak. Sebagaimana diketahui, RS di Kabupaten Gowa masih cukup terbatas, dan ada beberapa RS Swasta, kita juga telah membangun RS Pratama di Bontonompo,” kata Rauf Malaganni di ruang rapat Wakil Bupati, Senin (17/1) saat menerima audiens Tim USAID MPHD tersebut.

Wakil Bupati juga berharap kerjasama ini bisa ditindaklanjuti, agar upaya Pemkab Gowa untuk menurunkan AKIB di Kabupaten Gowa dapat maksimal.

“Semoga program ini bisa ditindaklanjuti, dan untuk bersama-sama bisa mengurangi angka kematian anak dan ibu di Kabupaten Gowa,” kata Wabup Gowa. Hadir dalam audiens ini Plt Dirut RSUD Syekh Yusuf Zainuddin Jufri dan jajaran Bagian Kerjasama Setkab Gowa serta pihak USAID Sulsel.

Sementara itu, Distrik Koordinator untuk Kabupaten Gowa pada Program MPHD Sulawesi Selatan Amiruddin mengatakan, selain Gowa, ada empat daerah yang menjadi lokus pendampingan MPHD USAID ini. Dimana masa pendampingan dilakukan selama lima tahun mulai 2021 lalu hingga 2025 mendatang.

“Untuk daerah yang menjadi lokus pendampingan MPHD USAID ini yakni Makassar, Gowa, Bulukumba dan Toraja Utara dan itu selama lima tahun sejak 2021-2025,” jelas Amiruddin.

Amiruddin mengatakan, dipilihnya Gowa sebagai lokus pendampingan berdasarkan keputusan Kementerian Kesehatan dengan memperhatikan jumlah kematian ibu dan bayi baru lahir secara nasional yang dilihat dari kontribusinya dimana untuk provinsi Sulsel secara nasional masih cukup tinggi.

“Dan dilihat secara kabupaten kota selama tiga tahun terakhir ini, Gowa tergolong masih cukup tinggi angka kematian ibu dan anak, sehingga Gowa ditetapkan sebagai lokus pendampingan,” papar Amiruddin.-