MAKASSAR,UJUNGJARI.COM–Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar dr Nursaidah Sirajuddin mengaku belum bisa berbicara banyak ihwal wacana pemberian vaksin dosis ketiga atau vaksin booster kepada masyarakat dengan skema berbayar. Wacananya, sasaran vaksinasi dosis ketiga secara berbayar adalah masyarakat yang terdaftar sebagai peserta BPJS Non PBI. Sementara warga lansia dan penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan tetap dengan skema gratis.

“Kami belum bisa langsung bicara bahwa Januari 2022 ini sudah ada vaksin berbayar. Walaupun memang sudah ada info terkait itu, tapi kami di Dinkes baru bisa mengungkapkan bila ada edaran. Kami menunggu edaran dari Kemenkes,” ungkap Ida, sapaannya, Selasa, 4 Januari 2021.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kadis mengatakan pemberian vaksin booster saat ini masih ditujukan bagi para tenaga kesehatan (nakes), asisten nakes, dan tenaga penunjang yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan berdasarkan Surat Edaran Kementerian Kesehatan nomor HK.02.01/I/1919/2021.

“Untuk saat ini booster masih sebatas untuk nakes. Itupun yang kami layani adalah nakes yang sudah ada dalam aplikasi PeduliLindungi. Kalau tidak ada, kami belum bisa berikan vaksinasi karena pertanggungjawaban dokumennya harus sesuai dengan vaksin yang keluar,” beber Ida.

Saat ini, lanjut Ida, pemerintah kota terus berpacu agar cakupan vaksinasi bisa mencapai 100 persen di tahun 2022 ini. Saat ini, cakupan vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 84,97 persen dan dosis kedua 63,39 persen.

Sebelumnya, Pemkot menargetkan vaksinasi dosis pertama bisa mencapai 90 persen di akhir tahun 2021 lalu. Sayangnya, hal ini tak terealisasi lantaran sejumlah kendala, di antaranya proses penginputan data ke dalam aplikasi P-Care bermasalah.

“Karena terkendala jaringan, ada 1.455 data yang belum kami input. Besok (hari ini) kami upayakan untuk mengumpulkan semua perwakilan fasyankes yang bermasalah P-Care-nya,” jelasnya.

Ida menyebut, peningkatan persentase cakupan vaksinasi untuk Kota Makassar tergolong lamban. Ia mengatakan untuk menaikkan satu persen cakupan, perlu 10 ribu orang yang divaksin dalam satu hari.