GOWA, UJUNGJARI.COM — Aksi kebut vaksinasi covid19 di Kabupaten Gowa terus dilakukan baik siang maupun malam.
Salah satu institusi non pemerintahan yang gencar melakukan vaksin adalah jajaran Kodim 1409 Gowa. Demi mengoptimalkan layanan dan betul-betul menyedot minat warga, jajaran TNI melakukan edukasi door to door (dari pintu ke pintu rumah warga) hingga di pelosok desa di dataran tinggi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Guna memaksimalkan pelaksanaan vaksinasi di kampung terpencil dataran tinggi, pihak Kodim Gowa menurunkan 12 tim vaksinator. Secara rinci, tujuh tim diturunkan RS Pelamonia, satu tim dari Rindam XVI Hasanuddin dan empatvtim dari Kodim Gowa sendiri.
” Jadi totalnya 12 tim dan diploting pada tiga wilayah dataran tinggi. Mereka saat ini melakukan pelayanan vaksinasi di pelosok desa di wilayah dataran tinggi. Mereka nginap. Pelayanan di daerah pegunungan ini telah berlangsung dua minggu ini. Mereka melayani vaksinasi covid19 di tingkat RT, RW dusun dan lingkungan dengan bekerjasama aparat setempat dan jajaran Kepolisian setempat, ” jelas Pasi Ops Kodim 1409 Gowa Kapten Inf Syaiful Rabu (15/12/2021) di lokasi keroyok vaksinasi SMKN 3 Gowa, Jl Masjid Raya, Sungguminasa yang dimotori Polda Sulsel dan Polres Gowa.
Dikatakan Kapten Inf Syaiful, rencana selenjutnya, Kodim akan menambah tim vaksinator yang didatangkan dari Angkatan Laut.
“Sampai hari ini sudah ada sekira 60 ribu dosis kami gunakan (khusus dalam giat vaksinasi Kodim Gowa). Kegiatan ini kita lakukan guna membantu pemerintah melakukan percepatan tercapainya 70 persen vaksinasi di Gowa sebagaimana ditargetkan secara nasional, ” imbuhnya.
Dijelaskannya, dari kegiatan vaksinasi harian yang dilakukan TNI di Gowa, rerata mampu menvaksin warga 1.000 hingga 2.000 orang. Terbukti vaksinasi yang dilakukan di dataran tinggi dan di Rindam XVI Pakkatto secara total mencapai jumlah 2.094 orang tervaksin.
Terpisah, Dandim 1409 Gowa Letkol Inf Prasetya Ari Wibowo mengatakan, dari segi persentase vaksinasi yang dilakukan Kodim Gowa sudah hampir 50 persen.
” Ini satu bentuk kemajuan dari kesadaran masyarakat untuk vaksin meski kita ketahui masih banyak masyarakat yang ogah vaksin. Karena itu kita tingkatkan edukasi karena masyarakat banyak yang kurang paham. Jadi edukasi dan imbauan kita gencarkan. Sosialisasi kita sudah lama berjalan cuma faktor penghambat lainnya yang menjadi kendala adalah warga enggan pergi vaksin karena faktor kesempatan seperti di kampung-kampung itu kan dominan petani. Pagi-pagi mereka sudah ke sawah dan kebun sehingga pulang sudah sore atau kadang malam dan pengaruh cuaca juga, ” jelas dandim.
Dalam upaya menuntaskan cakupan 70 persen vaksinasi ini, menurut dandim pihaknya akan terus eksis menyasar pelosok Gowa bahkan akan melakukan jemput langsung di rumah jika ada warga kesulitan transportasi ke tempat pelayanan vaksinasi.-