GOWA, UJUNGJARI.COM — Sebesar Rp1.402.286.554.000 dana daftar alokasi transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) tahun 2022 diterima Pemerintah Kabupaten Gowa dari Gubernur Sulawesi Selatan. Dana TKDD ini diserahkan Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan diterima Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Malaganni di ruang rapat pimpinan kantor Gubernur Sulsel, Jumat (3/12) lalu.

Dalam kesempatan itu, Wabup Gowa Abd Rauf mengatakan anggaran tersebut cukup besar namun penggunaannya masih diperuntukkan untuk penanganan covid-19 seperti pemulihan ekonomi dan reformasi struktural yang akan dijabarkan dalam pagu anggaran masing-masing kegiatan yang akan dilaksanakan oleh SKPD.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hari ini seluruh kepala daerah se-Sulawesi Selatan menerima dana transfer daerah dan dana desa yang digunakan masih pada penanganan covid-19 dan prioritas pembangunan yang bersifat strategis,” papar Rauf.

Diakui Rauf, seluruh kabupaten kota diminta untuk lebih mempercepat penyerapan anggaran. Pasalnya menurut Menteri Keuangan RI, tahun 2021 ini merupakan tahun paling lambat penyerapan anggaran hampir seluruh kabupaten kota di Indonesia dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

” Kita terus berupaya mempercepat penyerapan anggaran kita salah satunya membuat skema penjadwalan, khususnya belanja modal yang meskipun juga dipengaruhi juknis pelaksanaan dana tertentu yang kadang masih lambat, oleh karena itu untuk tahun 2022 kita menyiapkan skema penyusunan jadwal yang lebih cepat sehingga pelaksanaan adminstrasi belanja modal bisa dilaksanakan lebih awal di 2022,” lanjut Rauf.

Wakil Bupati dua periode yang memegang tampuk pemerintahan di Kabupaten Gowa mendampingi Adnan Purichta Ichsan sebagai Bupati Gowa, berharap kedepan tidak lagi terjadi penundaan-penundaan dan pembatasan seperti yang terjadi sebelumnya agar seluruh tahapan yang telah direncanakan berjalan sesuai mestinya.

Dana transfer pada beberapa daerah mengalami penurunan termasuk di Kabupaten Gowa. Hal ini dipengaruhi karena sejumlah komponen yang dulunya berada pada posisi pendapatan dan lain-lain sudah masuk ke komponen belanja DAK.

Kemudian dana transfer umum juga pada beberapa komponen mengalami penurunan yang disebabkan oleh kemampuan negara, yang akhirnya juga mengalami penurunan sehingga secara merata terjadi penurunan di beberapa daerah terkait dana transfer ke daerah ini.

Saat ini penyerapan anggaran Kabupaten Gowa pertanggal 30 November sudah diangka 66 persen, dan akan terus dilakukan upaya maksimal dalam peningkatan penyerapan sesuai dengan realisasi kegiatan yang masih bisa dilaksanakan.

Penyerapan tahun ini di angka 66 persen per 30 November, ini disebabkan oleh beberapa kondisi seperti PPKM yang menyebabkan beberapa kegiatan yang harusnya berjalan ditunda akibat pembatasan kegiatan, terjadi refocussing selama dua kali pada saat pelaksanaan anggaran sehingga tidak bisa dilaksanakan tepat waktu karena membutuhkan penyesuaian-penyesuaian termasuk administrasi.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulawesi SelatanAndi Sudirman Sulaiman meminta agar seluruh pemerintah kabupaten kota bisa memaksimalkan anggaran dari pusat ini. Menurutnya Presiden RI memberikan banyak catatan mengenai anggaran di kas daerah yang belum dibelanjakan.

” Inilah yang menjadi topik perhatian, menurut hitungan Kemenkeu dari tahun ketahun inilah tahun yang masih banyak tertinggal di kas daerah. Salah satu kekhawatiran pusat, anggaran yang sudah memiliki porsi belanja dan harusnya terserap masih tertinggal di kas akhirnya tidak bisa dibelanjakan,” kilah Plt Gubernur Sulsel.-