TOMOHON, UJUNGJARI.COM – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 11 Oktober 2021 di Tomohon, Sulawesi Utara.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Tema yang diangkat kali ini adalah “Tips & Trik Menghindari Kejahatan di Ruang Digital”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program kali ini diikuti 808 peserta dan menghadirkan empat narasumber terdiri dari ahli ekonomi, Achmad Yaki; Penyuluh KemenKop dan UMKM, Asmita Wulansari; Putera Pendidikan Sulawesi Selatan 2019, Fachmi Nugraha, dan Founder @magdalene_id, Pingky Ruslie.

Adapun sebagai moderator adalah Febrina Stevani. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa.

Berikutnya, tampil Achmad Yaki sebagai pemateri pertama yang menyampaikan presentasi bertajuk “Tips Memilih Dompet Digital yang Aman dan Terpercaya”.

Dia menilai, tren pertumbuhan transaksi daring tetap meningkat meski pandemi Covid-19 menurun.

“Karena konsumen merasakan pengalaman bahwa transaksi daring itu mudah, praktis, terpercaya dan cepat,” katanya.

Pembicara selanjutnya, Asmita Wulansari mengupas tema “Etika dan Peraturan yang Berlaku untuk Transaksi Digital”.

Dia membagikan tips aman dalam bertransaksi digital yaitu menjadi pembeli dan penjual bertanggung jawab, serta tidak tergesa-gesa melakukan transaksi digital karena banyak promo.

“Sebelum bertransaksi, coba cek dulu ke cekrekening.id agar tidak terjebak penipuan,” terangnya.

Adapun Pingky Ruslie, sebagai pemateri ketiga, membawakan tema tentang “Etika Pelayanan dalam Berbisnis Digital”. Menurut dia, keluhan konsumen adalah evaluasi demi mengembangkan bisnis daring.

“Kita hargai setiap keluhan konsumen. Selain itu konsumen juga diharapkan merekam video saat unboxing demi kenyamanan kedua belah pihak,” paparnya.

Sebagai pemateri pamungkas, Fachmi Nugraha menyampaikan tema mengenai “Jenis & Penipuan di Internet dan Cara Menghindarinya”. Dia mengatakan, penjual dan pembeli harus menjaga diri agar tetap fokus saat bertransaksi daring.

“Berbagai kemudahan yang ada jangan sampai membuat kita terjebak dalam penipuan,” kata Duta Wisata Sulawesi Selatan 2020 itu.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Panitia memberikan apresiasi berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

“Setelah masa pandemi, apakah kemungkinan masyarakat Indonesia menggunakan dompet digital secara keseluruhan?” tanya salah satu peserta Literasi Digital, Reza Afrizal.

Achmad Yaki mengatakan, untuk masyarakat di kota-kota besar kemungkinan akan tetap beralih ke dompet digital. Bagi mereka, tidak masalah kehilangan dompet fisik asal tetap membawa telepon pintar.

“Dompet digital di handphone memiliki keamanan berlapis seolah “benteng” dompet kita, dibandingkan dompet (fisik) yang semua orang bisa membuka atau mengambil,” katanya.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.