GOWA, UJUNGJARI.COM — Lucu juga bagi Naufal Jasir Nur (13) siswa SMPN 1 Bontomarannu. Saat ini Naufal sudah duduk di bangku kelas dua (kelas 8/6). Tapi dari awal terdaftar masuk jadi siswa di SMPN 1 Bontomarannu ini, anak ketiga dari empat saudara ini mengaku tak kenal fisik siapa-siapa walikelasnya.

Sejak pandemi corona virus disease 2019 (covid19) melanda Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan dan melanda bumi Indonesia, tiga tahun lalu, Naufal mengaku sama sekali tak kenal baik wajah teman-teman sekelasnya, guru-gurunya, walikelasnya apalagi kepala sekolahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

” Sering ja komunikasi sama guru dan walikelasku tapi cuma lewat hp, grup whatsapp kelas. Jadi tidak kukenal baik wajah guruku. Dan hari ini karena vaksin maka saya bisa ketemu walikelasku dan guruku yang lain, ” aku Naufal tertawa.

Naufal merasa lucu sendiri, sebab saat tiba di sekolah untuk vaksin, seluruh siswa diharuskan berkoordinasi dengan para walikelasnya.

” Saya kenal nama walikelasku namanya Ibu Asiah, tapi wajahnya tidak kukenal. Padahal ibu guru ada disampingku dan saya cari kemana-mana hanya dengan mengingat wajahnya yang ada di ponsel. Rupanya ibu guruku ada dekatku hahahaha, ” kata Naufal tertawa bersama ibunya yang mendampingi saat datang vaksin.

Karena sudah bertemu akhirnya Naufal mengabadikan momen bertemu itu dengan berfoto bersama walikelasnya.

Walikelas 8/6 Asiah pun tercengang saat Naufal menyapanya. ” Iya saya juga lupa-lupa ingat Naufal apalagi pakai masker. Yah begitulah dampak dari pandemi ini. Karena pndemi terpaksa pembelajaran kita lakukan daring selama ini. Dan semoga setelah semua siswa vaksin, kita sudah bisa belajar langsung di ruang kelas, ” kata Asiah.

Ditanya bagaimana rasanya divaksin, Naufal mengaku biasa-biasa saja.

” Kayak disuntik cacar ji. Tidak apa-apaji. Semoga bisami semua sekolah tatap muka deh. Sudah kelas delapan ma (kelas dua di SMP) tapi tidak pernah injak lantai ruang kelas dan tidak ketemu guru dan teman-temanku,” aku Naufal enteng.

Lain lagi dengan Risma Nurilahi siswa SMPN 2 Sungguminasa. Saat ditemui di sela observasi usai divaksin di pelataran Istana Tamalate Sungguminasa, siswi berhijab ini dengan antusias mengajak seluruh tannya baik yang satu sekolahan maupun beda sekolahan agar ikut vaksin.

” Tuh Bapak Bupati Gowa sudah janji kalau kita semua sudah vaksin maka semua sekolah akan dibuka dan kita semua sudah bisa datang belajar di sekolah, ketemu guru-guru dan teman-teman kita semua. Makanya, ayoo ikut vaksin. Saya sudah vaksin. Jangan takut divaksin. Rasanya tidak sakitji. Kayak tak sengaja tertusuk peniti hijab kita saja. Yuk vaksin yuk, ” ajak Risma kepada ujungjari.com.-