MAKALE, UJUNGJARI.COM— Rangkaian prosesi Pesta adat rambu solo Ma’batang di Batupapan, Makale, ditengarai mengundang kerumunan. Kejadian itu mengundang kritik sejumlah warga lantaran kejadiannya di tengah Tana Toraja masih terapkan  PPKM Level-3 hingga ahir Agustus 2021.

Atas kejadian di luar dugaan itu, penanggung jawab acara dr Rudhy Andi Lolo mewakili keluarga besarnya meminta maaf kepada masyarakat dan Pemerintah Daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Permohonan maaf itu disampaikan kepada media Sabtu (28/8) malam di Tongkonan Batupapan.

“Kami sangat menyesali kerumunan yang terjadi sebab di luar dugaan, pasalnya keluarga sudah persiapkan sebaik mungkin menghindarinya,” kata dr Rudhy.

Meski demikian, lanjut Rudhy, upaya perketat prokes telah disiapkan panitia dan keluarga. Selain bagi masker dalam jumlah banyak, pihaknya juga menyiapkan beberapa keran cuci tangan sesuai anjuran pemerintah disiplin terapkan protokol kesehatan.

Karena terjadi kerumunan di luar dugaan dan meresahkan keluarga, hari itu juga dilakukan pembubaran. Bahkan sudah tidak ada lagi kegiatan Bulangan londong lanjutan di hari berikutnya.

“Tentunya kami resah dan tidak nyaman dengan viralnya video yang diunggah pengunjung apalagi di tengan pandemi Covid-19. Kami berharap kejadian ini pertama dan terakhir dalam keluarga. Sekali lagi kami dari keluarga besar tongkonan Batupapan mengucapkan maaf beribu-ribu maaf,” imbuh Rudhy.

Seperti diwartakan media ini sebelumnya Polres Tana Toraja tidak tinggal diam kejadian di Batupapan.

Menurut Kasat Reskrim Polres Tator, AKP Syamsul Rijal, selain membongkar arena judi, juga mengambil langkah hukum memeriksa dan mintai keterangan beberapa pihak terkait.

Demikian pula Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung tegas mengambil tindakan administratif karena terjadi kejadian kerumunan ditengah Tana Toraja masih terapkan PPKM Level-3 hingga ahir Agustus 2021.  (agus).