KEPULAUAN TALAUD,UJUNGJARI.COM=– Sebanyak 860 peserta antusias mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” secara virtual pada 18 Agustus 2021 di Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo.
Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema yang dibahas adalah “Bersama Lawan Kabar Bohong”.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Webinar kali ini dipandu oleh Nurul Nur Azizah sebagai moderator dan menghadirkan empat orang narasumber, yaitu anggota Japelidi sekaligus dosen Universitas Sam Ratulangi Manado, Levlane JH Lotulung; jurnalis Tribun Manado, Jumadi Mappanganro; Redaktur Pelaksana Majalah Tempo, Stefanus Pramono; serta influencer dan pegiat seni, Beyon Destiono. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.
Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.
Pemateri pertama, Jumadi Mappanganro, menyampaikan tema “Informasi, Identitas, dan Jejak Digital dalam Media Sosial”. Menurut dia, setiap unggahan di media sosial dan aktivitas di internet akan menghasilkan jejak digital dan sulit dihapus. “Itu sebabnya, hindari menyebarkan data pribadi serta bijak dalam mengunggah konten apapun di media sosial,” pesannya.
Selanjutnya, Stefanus Pramono menyampaikan materi berjudul “Menangkal Hoaks”. Ia mengatakan, informasi yang termasuk kategori berita bohong atau hoaks, antara lain berita yang berpotensi membodohkan atau bertujuan mengarahkan isu tertentu, judul atau foto berbeda dengan isi berita, konten yang keliru konteksnya, serta informasi asli yang dimanipulasi dan menyesatkan.
“Untuk mencegahnya, jaga jempol Anda. Orang pintar bukan hanya menguasai teknologi, tetapi juga orang yang bisa menghindari hoaks,” jelas dia.
Pemateri ketiga, Levlane JH Lotulung menyampaikan tema “Bersama Lawan Kabar Bohong”. Menurut dia, hoaks juga bisa diartikan sebagai upaya pemutarbalikan fakta menggunakan informasi yang seolah-olah meyakinkan, tetapi tidak dapat diverifikasi kebenarannya. “Kalau ada informasi yang tidak masuk logika, sebaiknya diamkan saja atau segera hapus,” tutur dia.
Adapun Beyon Destiano, sebagai narasumber terakhir, menyampaikan tema berjudul “Memahami Pentingnya Internet Sehat untuk Melindungi Diri dan Keluarga dari Dampak Negatif”. Ia mengatakan, penerapan internet sehat bertujuan agar privasi warganet tetap terjaga keamanannya.
Untuk menghindari risiko perundungan siber dan berita hoaks, jangan lupa untuk selalu logout setelah membuka surel atau akun media sosial, aktifkan pengaturan privasi, membuat kata sandi yang rumit, tidak membuka tautan tak dikenal, serta hindari penggunaan wifi publik. “Bagi teman-teman, setelah searching sesuatu jangan lupa hapus history,” imbuhnya.
Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, moderator melanjutkan kegiatan dengan sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh para peserta. Panitia memberikan uang elektronik senilai masing-masing Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Webinar literasi digital ini mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta.
Salah satu peserta webinar, Gentur Baroto, bertanya tentang penyebab utama munculnya hoaks ketika momentum pemilu. Jumadi Mappanganro mengatakan, informasi yang muncul ketika pemilu bertujuan untuk menggagalkan dan menjatuhkan citra partai atau seorang calon.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.