MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Brigadir Satu (Briptu) Shifa Azhalia, SH, menjadi satu-satunya Polwan di jajaran Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) yang ditugaskan dalam misi perdamaian dunia, dibawah organisasi Internasional Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) atau United Nations (UN).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Shifa, begitu sapaan akrabnya, saat ini menginjak usia 25 tahun merupakan anak pertama dari 3 saudara yang tinggal di Kota Anging Mammiri, Makassar.
Dalam kesehariannya, Shifa bertugas di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Krimum) Polda Sulsel.
Dalam misi perdamaian dunia, Shifa tergabung dalam Kontingen Satuan Tugas (Satgas) Garuda Bhayangkara Formed Police Unit (GB-FPU) 2 Minusca yang ditugaskan di Bangui, Afrika Tengah.
Pada tahun 2019 lalu, Briptu Sifa melaksanakan pendaftaran dan mengikuti tes seleksi misi internasional pasukan PBB Polri yakni FPU (Formed Police Unit) 2 Minusca dengan beberapa test yang dilalui yakni test psikologi, test komputer, test kesehatan, test jasmani, test bahasa Inggris, test menembak, dan test mengemudi.
“Ketika mengikuti test di Polda Sulsel pada bulan Juli 2019, saya mendapatkan hasil pengumuman misi internasional ke negara Central Africa dan ternyata saya berhasil lulus dengan nilai memuaskan serta terpilih dalam proses seleksi ini dan menjadi satu – satunya perwakilan Polwan dari Polda Sulsel yang berhasil lolos terpilih dalam misi ini,” ungkap Briptu Sifa.
Lanjut Briptu Sifa, pada bulan November 2019, ia memulai serangkaian pelatihan FPU 2 Minusca yang dilaksanakan di beberapa tempat salah satunya yaitu Pusat Pendidikan (Pusdik) Lantas di Serpong. dan mengikuti kegiatan pelatihan selama 6 bulan yang rencananya akan melaksanakan penugasan (deploy) pada awal bulan September 2020.
Ia pun mengikuti rangkaian pelatihan bersama peserta lainnya sebanyak 140 personel.
Dalam misi ini Briptu Sifa dipercaya untuk tergabung dalam Pasukan Taktis Pleton Bravo.
Siapa sangka prosesnya sangatlah tidak lama dan saat ini ia sudah mahir dan mampu menguasai berbagai jenis senjata baik itu laras pendek maupun panjang.
Banyak yang menjadi alasan dirinya untuk memilih mengikuti misi PBB ini, karena pastinya banyak pengalaman yang didapatkan di luar tugas sehari-hari sebagai anggota Dit Reskrimum Polda Sulsel.
“Sehingga, dapat meningkatkan kapabilitas saya sebagai anggota Polri dan dalam hal berbahasa Inggris maupun Perancis. Tak hanya itu, saya juga memperoleh banyak rekan kerja yang saya anggap sebagai keluarga baru saya dari beragam Satuan Kerja (Satker) dan fungsi dari seluruh Indonesia,” katanya.
Kelak, penugasannya sebagai Pasukan Pengamanan Perdamaian Dunia, akan dijadikan pengamalan hingga akhir karirnya sebagai abdi negara.
“Semoga bukan saya saja dipercaya masuk Kontingen Garuda dibarisan perdamaian dunia. Tetap semangat rekan-rekan Polwan di seluruh Nusantara terutama jajatan Polda Sulsel. Peluang dan kesempatan terus ada, rajuklah asa hingga keinginan kita terwujud,” tandasnya memberi motivasi. (*)