MAKASSAR,UJUNGJARI.COM— Tunbuhan eceng gondok yang selama kerap diabaikan ternyata bisa dijadikan masker. Empat mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) sudah membuat inovasi ini.
Mereka adalah Afifah Alfaniah Alfattah Putri, Mutia Salsabilah Syaifuddin, Dina Amelia Ahmad, dan Ririn Febriani. Afifah menjadi ketua tim di kelompok ini. Afifah dan Dina dari prodi Kimia. Sedangkan Ririn dari Biologi. Mereka didampingi dosen pembimbing Dr Eng Zulfikar, S.Si. Zulfikar juga merupakan dosen Kimia di FMIPA UNM.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Afifah Cs merupakan salah satu tim
Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) UNM bidang Karya Cipta (KC) tahun 2021. Mereka membuat inovasi tersebut berupa masker bio-degradable dengan mikrofilter dari selulosa eceng gondok (eichornia crassipes).
Tercetusnya ide pembuatan masker lahir dari fenomena masifnya pemakaian alat pelindung diri (APD) ini sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran virus covid-19. Fenomena ini kemudian meningkatkan kuantitas masker yang dapat menjadi ancaman baru bagi lingkungan. Sebab, masker yang digunakan masyarakat umumnya mengandung bahan polimer yang tidak mudah terurai di alam.
Untuk menjawab permasalahan ini, Alifiah dan timnya berinisiatif membuat masker yang selain efektif untuk meminimalisir penyebaran covid-19, juga menjadi alternatif dalam penerapan protokol kesehatan agar tidak lagi menjadi ancaman yang serius terhadap lingkungan.
Dr Eng Sulfikar, dosen pembimbing sangat mengapresiasi karena inovasi ini berhasil lolos sebagai penerima hibah PKM tahun 2021.
”Kita berharap agar produk yang dihasilkan (masker) dapat dikomersilkan dan dipatenkan,” imbuhnya.
Sebagai ketua tim Alifiah sangat bersyukur karena bisa lolos sebagai penerima hibah PKM tahun 2021. ”Selama proses pembuatan produk belum terdapat kendala yang dialami. Semoga ke depannya juga tidak terdapat kendala. Mudah-mudahan PKM yang kami lakukan bisa memberikan manfaat ke lingkungan secepat mungkin,” ujarnya.