MAKALE, UJUNGJARI.COM –Persaingan memperebutkan kursi Ketua DPD Golkar Tana Toraja bak pengulangan pilkada 2020 lalu. Victor Datuan Batara yang kalah di pilkada kini kembali berhadapan dengan Theofilus Allorerung.
Istri Theo, Yoriana Somalinggi menantang Victor dalam Musda Golkar Tana Toraja. Victor yang mantan wakil bupati Tator itu merupakan incumbent Ketua DPD Tana Toraja. Yariana sendiri merupakan anggota DPRD Tana Toraja dari Fraksi Golkar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Yoriana dianggap berpeluang besar memimpin partai beringin di Tator. Selain karena mengantongi 30 persen dukungan pimcam, DPD Golkar Sulsel juga disebut-sebut mencari figur baru yang bisa memajukan beringin di bumi lepongan bulan itu.
Meski begitu sebagian pimcam juga tetap menginginkan Victor. Bahkan dukungan Victor juga cukup signifikan yakni 30 persen.
Randan Sampetoding, kader tulen Golkar tidak berspekulasi tentang hasil Musda kelak. Namun dia menilai secara history, sejauh ini belum ada sejarahnya Partai Golkar berseberangan dengan penguasa. Apalagi jadi oposisi dengan pemerintah.
Mengingat Bupati Theofilus berkuasa sangat layak, maka kans Yoriana Somalinggi menjadi ketua Golkar Tana Toraja sangat besar.
“Pengurus dan kader partai Golkar Tana Toraja sepakat dan kompak mendukung Yoriana sebagai ketua Golkar,” katanya.
Menurut Randan, Yoriana kader Golkar perempuan mumpuni dan sudah memperlihatkan prestasinya selama dua periode menjadi anggota DPRD Tator.
Ia mengatakan sungguh ironi bila Musda jadi hari ini Sabtu (3/7), calon ketua Yariana Somalinggi nyaris gugur lantaran pencalonan tidak mendapat dukungan 30 persen pemilik suara PK bentukan sepihak Plt Golkar Tator Lukman B.Kady yang tidak melalui musyawarah dan pleno.
“Kenyataannya Plt Lukman B.Kady tunjuk pimcam tidak lewat pleno dan kami tidak diundang untuk hadir,” tegas Randan.
Terpisah Lukman B Kady tidak menampik bila penundaan musda karena pihaknya belum tuntas menggelar konsolidasi kader.
Lukman mengaku diperintah ketua DPD I Golkar Sulsel Taufan Pawe menunda Musda. “Kami 4 orang Imran Eka Putra, Arfandy Idris, dan John Rende Mangontan (JRM) diutus bangun konsolidasi kader di Tana Toraja dengan pendekatan kekeluargaan dan berbicara dari hati ke hati bangun komunikasi politik,” katanya. (agus).