JENEPONTO, UJUNGJARI.COM–Universitas Hasanuddin (Unhas) terpaksa menarik mahasiswanya yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) di dua kecamatan di Jeneponto, Sabtu (3/7). Mahasiswa yang ditarik itu mengabdi di Kecamatan Bangkala dan Bangkala Barat.

“Kabarnya anak KKN Unhas dari empat desa di Bangkala dan Bangkala Barat ditarik hari ini. Mereka kumpul di Kantor Desa Tuju untuk dijemput pakai bus,” kata Kepala Desa Tuju, Kecamatan Bangkala Barat, Jeneponto. Muh Yunus saat dikonfirmasi pagi tadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yunus mengatakan jumlah mahasiswa KKN Unhas yang terkonfirmasi positif disebut mencapai 60 orang. Mereka tersebar di sejumlah desa di dua kecamatan itu. Beruntung, kata Yunus, tidak satu pun mahasiswa KKN Unhas di desanya yang terpapar. “Posko desa lain yang banyak. Alhamdulillah di Desa Tuju tidak ada yang positif covid-19,” katanya.

Kabarnya mahasiswa KKN asal Jeneponto ini akan menjalani karantina di asrama mahasiswa Unhas Tamalanrea. Tim Satgas Covid-19 Unhas akan memantau dan menangani langsung mahasiswa yang sudah terpapar itu. Selain itu juga akan melakukan tracing terutama bagi mereka yang sudah kontak erat dengan mereka yang sudah terpapar.

Kasubdit Humas dan Informasi Publik Direktorat Komunikasi Universitas Hasanuddin Ishaq Rahman mengakui Unhas memang menempatkan 800 mahasiswa KKN Profesi Kesehatan (KKN-PK) angkatan 80 di Kabupaten Jeneponto.

“Hingga Jumat kemarin ditemukan sebanyak 60 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 setelah melalui pemeriksaan test PCR secara bertahap terhadap 173 orang,” kata Ishaq dikutip dari fajar.co.id, Sabtu (03/07/2021).

Ia menjelaskan kronologis peristiwa tersebut. Pada awalnya, ada seorang mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas di salah satu posko di Kabupaten Jeneponto yang kembali ke Makassar untuk keperluan koordinasi kegiatan. Setelah berada di Makassar, ia mengalami gejala demam. Sesuai prosedur, mahasiswa ini kemudian dilakukan test rapid antigen, dan hasilnya positif Covid-19. Untuk memastikan, maka mahasiswa tersebut kemudian dilakukan test swab PCR, dan hasilnya juga positif.

“Sesuai standar dan prosedur pengendalian Covid-19 KKN-PK Unhas, maka mahasiswa tersebut kemudian diisolasi di Makassar,” kata Ishaq.

Selanjutnya, segera dilakukan kontak tracing terhadap rekan-rekan se-posko mahasiswa tersebut, dan 1 posko lain yang pernah dikunjungi oleh mahasiswa tersebut.

Hasilnya adalah pada posko asal mahasiswa tersebut, terdapat 2 orang lain yang terkonfirmasi positif Covid-19 (jadi total tiga orang dengan mahasiswa bersangkutan). Sementara di satu posko lainnya, terdapat juga dua orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dengan demikian, pada pemeriksaan awal (tahap 1) ditemukan sebanyak 5 orang mahasiswa yang positif Covid-19 pada 2 posko KKN PK di Kabupaten Jeneponto.

Selanjutnya Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto lantas berkoordinasi meminta izin kepada pengelola KKN-PK Unhas untuk menawarkan pemeriksaan terhadap mahasiswa lainnya, terutama yang melakukan kontak erat dengan lima mahasiswa lain dari posko yang terkonfirmasi.

“Sebanyak 173 mahasiswa yang diperiksa (swab PCR) pada tahap 2 ini, dan ditemukan sebanyak 55 mahasiswa terkonfirmasi positif Covid-19,” ucapnya. (*)