MAKASSAR,UJUNGJARI.COM–Sebanyak 10 orang mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) berhasil lolos seleksi untuk belajar di luar negeri sebagai bagian dari Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MB-KM). Melalui Program Transfer Kredit Internasional, proposal yang diusukan oleh UNM dinyatakan lolos seleksi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud).

Kesepuluh mahasiswa yang diusulkan akan menempuh perkuliahan selama satu semester di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dan Kolej Universiti Poly-Tech Mara (KUPTM).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rektor Universitas Negeri Makassar, Prof Dr. Ir H Husain Syam, M.Tp., IPU, ASEAN Eng mengemukakan bahwa kesuksesan mahasiswa UNM lolos seleksi menunjukkan kualitas mahasiswa UNM. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa UNM bisa bersaling secara global. Rektor UNM dua periode itu mengapresiasi program ini sebagai gagasan brilian untuk membuka wawasan dan perspektif mahasiswa secara global.

“Ini program yang luar biasa. Apalagi Kemendikbud menyiapkan keseluruhan biaya,” jelasnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Negeri Makassar, Prof Dr Hasnawi Haris menyambut gembira kesuksesan UNM mengirim mahasiswa untuk menempuh studi dan memperoleh kredit di luar negeri. Menurut Ketua PGRI Sulawesi Selatan itu, perkuliahan yang diikuti di luar negeri akan ditransfer menjadi kredit di UNM.

“Jadi, ini bukan hanya memperoleh pengalaman belajar dan ilmu di PT luar negeri, tetapi juga memperoleh SKS untuk penyelesaian studi,” katanya.

Lebih lanjut Hasnawi meminta kepada mahasiswa yan terpilih untuk segera menyiapkan diri mengikuti perkuliahan. Menurutnya, ini adalah kesempatan terbaik bagi mahasiswa UNM untuk mengikuti perkuliahan di perguruan tinggi kelas dunia. Sebagaimana diketahui, UKM adalah salah satu perguruan tinggi top di Malaysia dan masuk kategori kelas dunia di pemeringkatan perguruan tinggi.

“Ini kesempatan langkah untuk menikmati atmosfir akademik di PT kelas dunia sehingga harus betul-betul dimaksimalkan,” jelas Hasnawi.

Biaya perkuliahan program transfer kredit ini sepenuhnya ditanggung oleh Kemendikbud. Untuk membiayai program, lebih dari Rp300 juta dana akan digelontorkan Kemdikbud untuk proses pendaftaran, biaya perkuliahan di PT tujuan, akses referensi, termasuk kartu mahasiswa.

Kelolosan mahasiswa UNM dalam Program Transfer Kredit Internasional diawali usulan proposal yang disiapkan oleh Tim Merdeka Belajar-Kampus Merdeka UNM. Aspek penekanan seleksi mencakup reputasi perguruan tinggi dalam perkuliahan, kesiapan mitra, dan kemampuan bahasa Inggris calon peserta.

Dari berbagai kriteria, UNM berhasil memaksimalkan kuota yang disiapkan Kemdikbudristek, yakni 10 mahasiswa sebagai jumlah maksimal yang dapat dikirim pada program ini.