GOWA, UJUNGJARI. COM — Jelang pelaksanaan sekolah tatap muka yang direncanakan Juli 2021 mendatang, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa Dr Salam memastikan tidak ada satupun guru yang tidak menuntaskan vaksinasi covid 19.

Semua guru tanpa terkecuali harus sudah menuntaskan dosis satu dan dosis kedua vaksin pada Juni mendatang, sesuai harapan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan dan telah berkali-kali disampaikan secara tegas pada setiap momen kegiatan pemerintahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekaitan penegasan Bupati Gowa tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Gowa pun menindaklanjuti ke bawah. Salam pun menegaskan bahwa hanya guru yang telah melakukan vaksinasi lengkap yang bisa mengajar saat sekolah tatap muka diterapkan Juli mendatang.

” Guru yang boleh mengajar secara tatap muka adalah guru yang telah melakukan vaksinasi penuh, yakni vaksin pertama dan vaksin kedua. Tidak diperkenankan yang belum lengkap vaksinnya,” tandas Salam, saat dihubungi Jumat (28/5/2021).

Terkait vaksinasi covid 19 ini, Salam mengatakan, berdasarkan data dari Satuan Gugus Covid 19 atau Dinkes Gowa bahwa proses vaksinasi guru maupun tenaga pendidik di Kabupaten Gowa sudah mencapai 68 persen. Tersisa 12 hingga 13 persen yang telah melakukan vaksinasi tahap pertama dan selebihnya belum melakukan vaksinasi.

” Sekarang proses vaksinasi tenaga pendidik sudah mencapai 68 persen yang vaksin full. Sekitar 12-13 persen yang vaksin pertama. dan selebihnya belum divaksin. Tapi kita koordinasi Dinkes mudah-mudahan dalam satu bulan kedepan sudah selesai divaksin. Mereka tidak bisa mengajar sebelum divaksin pertama dan kedua,” papar kadisdik.

Ditambahkan Salam, khusus siswa akan dilakukan juga pembatasan jumlah yang ikut sekolah tatap muka. Khusus siswa yang ikut secara langsung hadir di sekolah nanti, orangtuanya juga akan divaksin.

” Jadi siswa nanti akan didata, orangtuanya akan divaksin. Hal tersebut dilakukan sesuai arahan pak Bupati Gowa untuk mengantisipasi penularan covid 19 dari anak ke orangtua di rumah. Karena tidak menutup kemungkinan ada siswa yang terkonfirmasi tapi karena kuat imunnya bisa jadi orangtuanya yang kena. Semua itulah yang diantisipasi,” sebut Salam.

Selain terkait pencegahan virus corona melalui daya kekebalan tubuh, Salam juga menjelaskan terkait sisi managemen sekolah, semua benda-benda di sekolah terutama yang paling sering dipegang guru dan siswa dilakukan penyemprotan disinfektan. Beberapa sekolah akan menggunakan bilik antiseptik. Jadi seluruh warga sekolah jika hendak keluar dan masuk lingkungan sekolah harus melalui bilik antiseptik.

Karena itu jelas Salam, dalam melakukan persiapan sekolah tatap muka ini, pihak Disdik Gowa melakukan pola pembelajaran new normal di masa pandemi covid 19 pada Juli mendatang dengan segala persiapan matang. Selain protokol kesehatan yang tengah dirampungkan, pihak Disdik juga mengatur jam mengajar para guru.

Dalam pengaturan waktu mengajar di era pandemi ini, jika setiap hari guru mengajar empat jam maka pada penerapan tatap muka nantinya guru hanya bisa mengajar dua jam. Ini konsekuensi dengan kompetensi dasar saat pengurangan jumlah jam dilakukan.

” Dipilih yang mana yang harus tetap diajarkan, mana yang tidak. Itu polanya,” kata Salam.

Salam menjabarkan meskipun belum finalisasi, sejumlah pola pembelajaran telah dipersiapkan, misalnya jika saat pembelajaran tatap muka nanti jumlah siswa dalam satu kelas akan dibagi dua. Sehingga akan ada yang menjalani pembelajaran daring, ada juga yang melakukan pembelajaran luring atau offline secara bersamaan di jam yang sama.

“Jadi saat berlangsung pembelajaran tatap muka secara terbatas tadi, misalnya jika kelas 7a offline, maka 7b tetap daring. Karena keterbatasan IT tadi. Tapi ini belum finalisasi. Kita masih mencari pola terbaik,” kata Salam.


Pola lain yang akan diberlakukan adalah sistem pergantian hari. Dulu murid SD kelas 1 hingga kelas 6 bisa belajar dari hari senin sampai hari Sabtu. Sekarang akan diubah kelas 1 dan kelas 3 akan sekolah mulai Senin hingga Rabu saja. Sedang kelas 4 dan 6 akan masuk belajar pada Kamis hingga Sabtu.

” Nah itulah yang kita sementara kaji, apakah kita akan menggunakan model bagi kelas ini atau kita pakai pengurangan jumlah jam. Yang pasti, guru diupayakan tidak mengalami penambahan jam mengajar dalam masa pandemi ini, ” terang Salam.-