GOWA, UJUNGJARI.COM — Atasnama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa, Adnan Purichta Ichsan selaku Bupati Gowa  memberikan bantuan Rp 100 juta untuk pengembangan Pondok Tahfidz Alquran Daarul Huffadz di Kecamatan Bajeng.

Bantuan tersebut diberikan karena pada periode kedua kepemimpinan Adnan dan Rauf sebagai Bupati dan Wabup Gowa ini pihaknya menjadikan program keagamaan sebagai salah satu program prioritas dan dengan dibangunnya Pondok Tahfidz ini telah ikut andil dalam mendukung program keagamaan Pemkab Gowa. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bantuan uang dalam bentuk chek itu diserahkan Adnan saat hadir meresmikan Pondok Tahfidz tersebut, Kamis (29/4/2021) kemarin.

” Salah satu kegiatan yang saya prioritaskan untuk hadir adalah kegiatan peresmian atau pembangunan seperti ini, karena salah satu ciri orang Gowa dari appa sulapa adalah orang yang baik agamanya dengan terus menyebarkan kaidah Islam kepada masyarakat, sehingga hari ini Pemkab Gowa memberikan bantuan Rp 100 juta yang bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Pondok Tahfudz ini, ” kata Adnan. 

Adnan pun mengaku, kehadiran Pondok Tahfidz ini telah membantu Pemkab Gowa khususnya dalam mencetak para hafidz quran dan pendakwah, apalagi Pemkab Gowa memiliki program satu desa/kelurahan satu hafidz yang diharapkan para santri dari pondok ini bisa berpartisipasi dalam program tersebut. 

” Kehadiran pesantren ini diharapkan mampu mencetak orang yang mampu menyebarkan ajaran Islam yang tentunya moderat dan merangkul seluruh komponen yang ada dan mencetak penghafal-penghafal quran,” harap bupati. 

Sementara Ketua Yayasan Pondok Tahfidz Alquran Daarul Huffadz Nurdin Johanas mengatakan pembangunan pondok ini tidak lepas dari bantuan Pemerintah Kabupaten Gowa.

” Semangat yang membesarkan niat kami membangun ini adalah lewat program pak bupati yaitu satu hafidz satu desa/kelurahan, kami para penggiat mendapatkan motivasi karena adanya program ini ditambah sumbangan dari berbagai pihak termasuk dari Pemkab Gowa,” beber Nurdin. 

Selain itu, ia menyebutkan para santri yang diterima di pondok ini sebagian besar merupakan anak yatim dan miskin yang SPP-nya digratiskan 100 persen dan sebagian membayar SPP. 

” Insya Allah kedepan pondok ini akan menjadi milik semua umat tanpa melihat kelas sosial dan menjadi pencetak-pencetak asset umat,” kilahnya. 

Peresmian ini turut dihadiri Kepala Kantor Kemenag Gowa Adliah, Ketua MUI Gowa KH Abu Bakar Paka, Camat Bajeng Haerani dan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat Bajeng.-